Pertanyaan: Bagaimana cara mengatasi persaingan yang ketat di dunia umkm ? - Ayu, Kudus
Jawaban: Dengan makin mudahnya akses kita terhadap berbagai sumber daya, makin mudah pula bagi kita untuk memulai bisnis.
Namun efek sampingnya, makin banyak pula pesaing kita dalam dunia bisinis.
Kamu harus segera mengatasinya sebelum tenggelam ditelan gelombang baru akibat sengitnya persaingan.
Berikut ini sejumlah cara menghadapi persaingan usaha.
Pertama, Responsif terhadap Kebutuhan Pelanggan
Salah satu cara menghadapi persaingan usaha dengan efektif, yaitu menjaga pelanggan tetap loyal terhadap produk dan jasamu.
Oleh karena itu, kamu harus responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Cobalah untuk berkomunikasi dengan pelanggan melalui saluran apa pun.
Gali pula masalah apa yang dihadapi pelangganmu dan bagaimana produk atau layananmu dapat mengatasinya.
Kedua, Tetapkan Harga Kompetitif
Mungkin beberapa di antara kamu mulai khawatir jika ada kompetitor datang menawarkan produk atau layanan yang serupa dengan perusahaanmu.
Namun, mereka memberikan harga yang lebih murah. Jangan panik, pelajari dahulu produk atau layanan yang ditawari kompetitor.
Apakah kualitasnya sama dengan yang ditawar oleh perusahaanmu? Jika iya, kamu perlu mengevaluasi lagi produk atau layananmu.
Ketiga, Tingkatkan Pelayanan terhadap Pelanggan
Selain responsif terhadap kebutuhan pelanggan, kamu juga harus meningkatkan kualitas customer service.
Untuk dapat memberikan pelayanan terbaik, kamu pun harus lebih ketat dalam merekrut karyawan di bagian customer service.
Pastikan orang yang kamu rekrut memiliki pemahaman penuh mengenai produk dan layananmu, serta memahami merekmu secara keseluruhan.
Pelayanan yang baik, akan meninggalkan kesan yang mendalam bagi pelanggan.
Keempat, Gali Potensi Ceruk Pasar
Makin unik produk dan jasa yang kamu tawarkan, makin sedikit pula ruang untuk kompetisi.
Lalu bagaimana caranya menggali potensi ceruk pasar? Salah satunya dengan melakukan promosi storytelling.
Storytelling memungkinkanmu untuk menyusun cerita secara kreatif mengenai produkmu.
Melalui penggunaan cerita, produk atau layananmu berpotensi menjadi bagian dari gaya hidup calon pelanggan.
Cara lain, yakni dengan melakukan spesialisasi. Misalnya, melakukan strategi pemasaran yang berbeda untuk setiap wilayah atau daerah.
Kelima, Lakukan Perubahan terhadap Usahamu
Dalam hal ini, penting bagimu melakukan riset dan pengembangan (research & development) terhadap produk atau jasamu.
Perusahaan besar malah membuat divisi khusus untuk R&D dan business development agar berkembang secara berkesinambungan. Itulah sebabnya kamu perlu responsif terhadap kebutuhan pelanggan. (*)
Editor : Ali Mustofa