Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mukti Rahayu, Mitra Binaan PLN UIK Tanjung Jati B Jepara Berhasil Mandiri dalam Usaha Ecoprint

Ali Mustofa • Selasa, 11 April 2023 | 21:59 WIB
PENAHAN GELOMBANG: Pembuatan tetrapod menggunakan limbah PLTU FABA yang kemudian dipasang di pesisir Pantai Utara Jawa Tengah seperti Rembang. (PLN FOR RADAR KUDUS)
PENAHAN GELOMBANG: Pembuatan tetrapod menggunakan limbah PLTU FABA yang kemudian dipasang di pesisir Pantai Utara Jawa Tengah seperti Rembang. (PLN FOR RADAR KUDUS)
JEPARA – Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Rahayu menjadi salah satu kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak dalam usaha ecoprint. KWT Mukti Rahayu berlokasi di Desa Bucu, Jepara. Terdiri dari 25 perempuan yang diketuai Wiwik Listiyowati.

KWT Mukti Rahayu juga merupakan mitra binaan dari PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (PLN UIK Tanjung Jati B). Sebelumnya, melalui program TJSL, PLN UIK Tanjung Jati B memberi pelatihan ecoprint pada Juni 2022 lalu di Desa Sumanding dengan diikuti lima KWT dari beberapa desa sekitar. Antara lain, KWT Karya Mukti Sumanding, KWT Rimbun Sari Sumanding, KWT Srikandi Cepogo, KWT Tani Makmur II, dan KWT Mukti Rahayu Bucu.

Setelah melalui berbagai proses pelatihan dan pendampingan oleh tim TJSL PLN UIK Tanjung Jati B, perlahan-lahan kemitraan tersebut telah memungkinkan KWT Mukti Rahayu untuk berkreasi dan dapat memproduksi ecoprint secara mandiri.

Dalam usaha ecoprint-nya, KWT Mukti Rahayu menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan untuk menghasilkan karya seni ecoprint yang unik. Ecoprint sendiri merupakan teknik pencetakan yang menggunakan bahan-bahan alami, seperti dedaunan dan bunga, sebagai pewarna serta motif atau corak pada kain putih polos.

Warna, motif, dan corak yang dihasilkan pada sebuah produk kain ecoprint ini, tidak dapat diduplikasi atau dicetak ulang. Dengan begitu, hanya terdapat satu lembar model varian atas satu kali produksi kain ecoprint. Inilah yang menjadikan unik dan berbeda dari kain produksi masal.

Wiwik mengatakan, sebelum terbentuk KWT Mukti Rahayu, mereka adalah ibu-ibu yang hanya berkegiatan dalam keseharian rumah tangga biasa. Kini, mereka telah dapat mandiri berkarya dan menghasilkan karya produk-produk yang bernilai ekonomis.

Dalam hal promosi, KWT Mukti Rahayu juga telah merintis penjualan produk-produknya melalui media sosial dan pameran-pameran yang diadakan di kota Jepara. ”KWT Mukti Rahayu memiliki visi untuk mengembangkan ecoprint menjadi usaha yang lebih besar dan berkelanjutan.” ujarnya.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B Hari Cahyono menjelaskan, KWT Mukti Rahayu merupakan contoh usaha mikro kecil menengah yang berhasil mandiri berkat kerja keras dan kemitraan yang baik, antara PLN UIK Tanjung Jati B dengan mayarakat sekitar.

”Setelah mendapat pelatihan ecoprint dan pendampingan dari TJSL PLN UIK Tanjung Jati B, KWT Mukti Rahayu bisa terus melanjutkan pelatihan tersebut, dengan terus berkarya dan menghasilkan banyak produk. Semoga KWT Mukti Rahayu dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat dan lingkungan sekitar,” harap Hari. (lin) Editor : Ali Mustofa
#jepara #produk kain ecoprint #usaha ecoprint #KWT Mukti Rahayu #mitra binaan pln