Usai Menyantap MBG, Sejumlah Siswa di Dua SD Tutup Blora Mengeluh Mual dan Sakit Perut

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:37 WIB
CEK: Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora dan Puskesmas Tunjungan memeriksa siswa di SDN 3 Tutup yang mengeluh setelah santap MBG (02/10). (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
CEK: Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora dan Puskesmas Tunjungan memeriksa siswa di SDN 3 Tutup yang mengeluh setelah santap MBG (02/10). (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

BLORA - Dugaan gangguan kesehatan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Blora, kembali bertambah.

Kali ini, pemeriksaan dilakukan terhadap siswa di dua sekolah dasar, yakni SDN 1 Tutup dan SDN 3 Tutup.

Sejumlah petugas kesehatan dari Dinkesda Blora bersama Puskesmas Tunjungan mendatangi kedua sekolah tersebut untuk memeriksa siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan.

Para siswa yang mengalami keluhan dipanggil secara bergantian untuk menjalani pemeriksaan.

Setelah dilakukan pengecekan, siswa yang dinilai membutuhkan penanganan mendapatkan obat dari petugas kesehatan.

Pihak sekolah juga terus memantau kondisi siswa setelah pemeriksaan.

Kepala SDN 1 Tutup, Mustopa Kamal Riyanto, mengatakan masih terdapat lima siswa yang mengeluhkan sakit perut.

Beberapa di antaranya sempat mengikuti kegiatan belajar mengajar, sementara siswa lainnya diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan menerima obat.

“Yang masih ada rasa sakit perut maupun pusing diperiksa lagi dari puskesmas dan diberi obat. Lima siswa masih mengeluhkan sakit perut,” ujar Kamal.

Jumlah siswa yang mengalami keluhan di SDN 1 Tutup juga mengalami penambahan. Sebelumnya, sebanyak 13 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.

Namun, seorang siswa kelas V kemudian merasakan keluhan serupa sehingga jumlah keseluruhan menjadi 14 siswa.

“Ada satu siswa kelas lima yang mengalami keluhan serupa. Jadi jumlahnya bertambah menjadi 14 siswa yang mengalami keluhan,” katanya.

Munculnya keluhan tersebut membuat pihak sekolah meningkatkan pemantauan terhadap kondisi para siswa.

Keluhan kesehatan itu terjadi sehari setelah adanya laporan serupa dari sekolah lain di wilayah Desa Tutup.

Sementara itu, kondisi serupa juga dilaporkan di SDN 3 Tutup.

Kepala SDN 3 Tutup, Sri Wulandari, menyampaikan terdapat empat siswa yang mengalami keluhan mual setelah mengonsumsi menu MBG.

“Di sekolah kami ada empat anak yang mengeluh mual-mual,” kata Sri.

Petugas kesehatan masih melakukan pemeriksaan terhadap siswa yang mengalami keluhan untuk memantau kondisi mereka dan memberikan penanganan sesuai kebutuhan. (tos)

Editor : Ali Mustofa
MBG Blora Desa Tutup Blora SDN 1 Tutup Puskesmas Tunjungan dugaan keracunan MBG