Target 27 September Terlewati, Pedagang Pasar Ngawen Blora Masih Menunggu Kepastian

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:04 WIB
Kondisi bangunan di dalam Pasar Ngawen yang bakal ditempati pedagang. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)
Kondisi bangunan di dalam Pasar Ngawen yang bakal ditempati pedagang. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)

BLORA – Pedagang Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, hingga kini masih menanti kepastian mengenai jadwal kembali berjualan di pasar yang baru selesai dibangun.

Target pasar tersebut mulai ditempati pada 27 September 2026 telah terlewati, tetapi belum ada pemberitahuan resmi mengenai waktu penempatan pedagang.

Hingga Senin (28/9/2026), para pedagang mengaku belum memperoleh informasi terbaru dari dinas terkait mengenai kapan aktivitas perdagangan dapat kembali dilakukan di pasar baru tersebut.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngawen, Ahmad Soleh, mengatakan pihaknya juga belum menerima pemberitahuan resmi terkait jadwal penempatan pedagang.

Menurutnya, informasi mengenai target Pasar Ngawen mulai dapat digunakan pada 27 September justru diketahui melalui pemberitaan media, bukan dari pemberitahuan resmi pemerintah.

“Belum, dari dinas belum ada informasi resmi kapan bisa menempati,” kata Soleh.

Informasi mengenai target tersebut kemudian ia teruskan kepada sejumlah pedagang yang tergabung dalam paguyuban.

Namun, hingga tanggal yang disebutkan berlalu, belum ada kabar lanjutan mengenai pelaksanaan penempatan.

“Untuk target ditempati 27 September kemarin saya tahunya juga dari berita. Saya sudah menginformasikan ke beberapa pedagang. Tapi sampai sekarang belum ada informasi lagi, sementara tanggalnya sudah terlewati,” ujarnya.

Tidak adanya kepastian jadwal membuat pedagang mempertanyakan kapan mereka dapat kembali berjualan di tempat yang baru.

Soleh menyebut para pedagang sebenarnya hanya membutuhkan kepastian mengenai waktu pemindahan agar dapat mempersiapkan aktivitas usaha mereka.

“Pedagang sebenarnya juga bertanya-tanya, kapan pastinya,” tuturnya.

Untuk mendapatkan informasi lebih jelas, Soleh berencana berkomunikasi dengan UPTD Pasar Ngawen guna menanyakan perkembangan terbaru terkait kesiapan pasar dan jadwal penempatan.

“Paling nanti malam atau besok saya mau tanya lewat UPTD Pasar Ngawen terkait kepastian kapan bisa ditempati,” katanya.

Kepastian penempatan menjadi semakin penting bagi para pedagang karena mereka telah cukup lama menjalankan usaha dari lokasi sementara.

Pasar Ngawen sebelumnya terbakar pada Januari 2024. Sejak kejadian tersebut, para pedagang harus melanjutkan aktivitas perdagangan di lokasi relokasi.

Soleh mengatakan para pedagang berharap pemerintah segera memberikan jadwal yang jelas mengenai kepindahan ke pasar baru.

“Harapannya dari teman-teman ya minta kepastiannya bisa menempati kapan,” ungkapnya.

Selain harus menunggu kepastian, kondisi lokasi sementara juga menjadi salah satu keluhan pedagang.

Cuaca yang semakin panas membuat aktivitas berjualan di tempat relokasi terasa kurang nyaman.

Pedagang yang sudah cukup lama berada di lokasi tersebut berharap dapat segera kembali menempati pasar baru.

“Apalagi panas seperti ini, pedagang sudah jenuh, berjualan di tempat relokasi yang tidak nyaman di pinggir jalan,” kata Soleh.

Menurutnya, kepindahan ke pasar baru bukan hanya soal mendapatkan tempat berjualan yang lebih layak, tetapi juga memberikan kepastian bagi pedagang untuk kembali menata usaha mereka setelah lebih dari dua tahun berada di lokasi sementara.

Sebelumnya, saat melakukan verifikasi lapangan pada Kamis (17/9/2026), Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Armindo Soares, menyampaikan bahwa Pasar Ngawen ditargetkan mulai dapat digunakan oleh pedagang pada 27 September 2026.

Namun, hingga Senin (28/9/2026), target tersebut telah terlewati dan pedagang masih menunggu informasi resmi mengenai jadwal penempatan.

Para pedagang kini berharap komunikasi antara pemerintah dan paguyuban dapat segera menghasilkan kepastian, sehingga mereka tidak lagi harus menunggu tanpa mengetahui kapan dapat kembali berjualan di pasar baru. (ari)

Editor : Ali Mustofa
pedagang Pasar Ngawen relokasi pedagang Blora Pasar Ngawen terbaru pembangunan pasar ngawen pasar ngawen blora