Terbanyak di Wilayah Korem 073/Makutarama
BLORA– Pembangunan Jembatan Garuda di Kabupaten Blora terus digenjot. Setelah sebelumnya berhasil membangun 16 jembatan di sejumlah wilayah, Kodim 0721/Blora pastikan Blora kembali mendapatkan alokasi pembangunan sembilan Jembatan Garuda.
Jika seluruh pembangunan tersebut terealisasi, total Jembatan Garuda yang telah dibangun Kodim Blora mencapai 25 unit. Jumlah itu menjadikan Blora sebagai daerah dengan pembangunan Jembatan Garuda terbanyak di wilayah Korem 073/Makutarama.
Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat, terutama dalam menyediakan akses penghubung di wilayah yang selama ini terkendala kondisi sungai.
"Sembilan jembatan yang akan dibangun tersebar di berbagai kecamatan," katanya.
Pembangunan tersebut menyasar lokasi yang dinilai membutuhkan akses penghubung bagi aktivitas masyarakat.
Adapun titik pembangunan meliputi Kali Sumengko di Desa Sumengko, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo; Sungai Ngelo di Desa Kajengan, Kecamatan Todanan; serta Sungai Sambi Kembang di Dukuh Jambe, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu.
Kemudian Sungai Klatak di Desa Doplang, Kecamatan Jati; Kali Jurang Jero di Dusun Jurang Jero, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo; Sungai Jolontoro di Dusun Ngupeng, Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran.
Berikutnya Sungai Ngimbang di Dukuh Ngimbang, Desa Tanggels, Kecamatan Randublatung; Sungai Pucung di Dukuh Pucung, Desa Temengeng, Kecamatan Sambong; serta Sungai Kalen di Desa Kalen RT 001/RW 001, Kecamatan Kedungtuban.
"Keberadaan Jembatan Garuda diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," bebernya.
Selain menjadi akses penghubung, jembatan juga dapat mendukung mobilitas warga serta aktivitas perekonomian, termasuk akses pengangkutan hasil pertanian.
Bagi masyarakat di wilayah pedesaan, keberadaan jembatan menjadi infrastruktur penting. Terlebih pada lokasi yang sebelumnya harus mengandalkan akses sungai atau jalur alternatif ketika warga melakukan aktivitas sehari-hari. (tos)
Editor : Eko Santoso