Setahun Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Sumber Blora Makin Bikin Warga Waswas

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34 WIB
LAMBAT: Kondisi Jembatan Sumber, Kecamatan Kradenan, yang hingga kini belum diperbaiki. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
LAMBAT: Kondisi Jembatan Sumber, Kecamatan Kradenan, yang hingga kini belum diperbaiki. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

BLORA – Kondisi Jembatan Sumber di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, hingga kini masih memprihatinkan.

Kerusakan yang terjadi sejak sekitar satu tahun terakhir belum mendapatkan perbaikan, sementara badan jalan di bagian selatan jembatan turut mengalami ambles dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Situasi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Apalagi, musim penghujan diperkirakan segera datang.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dapat melakukan langkah penanganan sementara untuk mencegah kerusakan semakin meluas hingga berisiko memutus akses jalan.

Salah seorang warga Sumber, Djoko Sutrisno, mengatakan kondisi jembatan saat ini cukup mengkhawatirkan.

Kerusakan tidak hanya berdampak pada kelancaran kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintas.

“Siapapun yang melintas pasti akan merasa prihatin atas kerusakan ini karena tidak segera diperbaiki,” ujarnya.

Menurut Djoko, kondisi Jembatan Sumber bahkan pernah mengakibatkan pengendara terperosok ke jurang di sekitar lokasi. Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban disebut merupakan anak dari Kamituo Turi. Pengendara tersebut terjatuh lantaran belum mengenal kondisi medan di sekitar jembatan.

Beruntung, warga setempat segera memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi.

“Anaknya Pak Kamituo Turi jatuh ke jurang karena tidak mengenal medan. Minimnya penerangan juga membuat jembatan ini sangat berbahaya,” ungkap Djoko.

Hasil pemantauan di lokasi menunjukkan kerusakan terjadi pada bagian sayap jembatan.

Struktur tersebut mengalami kerusakan yang diduga dipicu abrasi dan longsoran. Dampaknya, sebagian badan jalan di sisi jembatan ikut mengalami ambles.

Kondisi itu membuat kendaraan yang melintas harus menggunakan satu jalur yang masih tersisa secara bergantian.

Ruas badan jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar 2 meter.

Kerusakan tersebut juga membuat kendaraan berukuran besar seperti truk dan bus tidak bisa melintas di lokasi.

Pengendara kendaraan kecil pun harus meningkatkan kewaspadaan ketika melewati kawasan tersebut.

Risiko kecelakaan semakin besar karena rambu peringatan maupun pembatas di sekitar area longsoran kini sudah tidak terlihat.

Kondisi tersebut menjadi lebih berbahaya ketika malam hari karena penerangan dan jarak pandang yang terbatas.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blora, Danang Adiamintara, menjelaskan bahwa penanganan kerusakan Jembatan Sumber bukan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemkab Blora.

Menurutnya, perbaikan jembatan tersebut menjadi kewenangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebelumnya, BNPB disebut telah memiliki rencana untuk melakukan penanganan terhadap kerusakan di lokasi tersebut.

Warga kini berharap adanya kepastian penanganan, terutama sebelum intensitas hujan meningkat.

Perbaikan maupun langkah darurat dinilai penting untuk menjaga akses masyarakat sekaligus mencegah kondisi jembatan semakin memburuk. (tos/zen)

 

Editor : Ali Mustofa
abrasi dan longsoran jembatan pemkab blora pengguna jalan