Tangis Haru Sang Ibu Pecah, Siswa Sekolah Rakyat Blora Dikukuhkan Jadi Paskibraka

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 09:33 WIB
KEREN: Siswa sekolah rakyat Irkham Maulana (depan pakai seragam putih) saat dikukuhkan jadi pasukan pengibar Bendera Pusaka “Paskibraka” Tahun 2026. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
KEREN: Siswa sekolah rakyat Irkham Maulana (depan pakai seragam putih) saat dikukuhkan jadi pasukan pengibar Bendera Pusaka “Paskibraka” Tahun 2026. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

BLORA – Suasana haru menyelimuti malam pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Blora Tahun 2026.

Di antara 31 pelajar tingkat SMA/SMK sederajat yang resmi dikukuhkan, terselip kisah membanggakan dari seorang siswa Sekolah Rakyat.

Dia adalah Irkham Maulana, siswa kelas XI SRMA 18 Blora. Irkham berhasil lolos seleksi dan dipercaya menjadi bagian dari pasukan yang akan mengemban tugas penting dalam upacara peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Pada malam pengukuhan tersebut, Irkham hadir bersama sang ibu, Siti Kalimah, serta Kepala Sekolah SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum.

Kehadiran Irkham menjadi perhatian tersendiri. Sebab, keberhasilannya menunjukkan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan mengambil bagian dalam momentum penting peringatan kemerdekaan.

Pelukan Bupati Jadi Momen Mengharukan

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Irkham.

Menurutnya, terpilihnya siswa Sekolah Rakyat sebagai anggota Paskibraka menjadi bukti bahwa potensi dan kemampuan pelajar tidak ditentukan semata-mata oleh latar belakang sekolah maupun kondisi keluarga.

“Ananda Irkham Maulana dari Sekolah Rakyat SRMA 18 Blora ini, jadi bukti nyata bahwa pelajar sekolah rakyat juga punya potensi, yang tidak kalah dari pelajar sekolah negeri umumnya,” tegas Bupati

Momen tersebut semakin mengharukan ketika Irkham mendapat pelukan dari Bupati Blora. Sang ibu yang menyaksikan putranya dikukuhkan sebagai Paskibraka pun tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan harunya.

Bagi keluarga Irkham, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam kegiatan sekolah. Ada perjuangan, tekad, serta harapan besar yang mengantarkan seorang anak dari keluarga sederhana hingga dipercaya membawa nama daerah dalam upacara kemerdekaan.

Bukti Kesempatan Terbuka untuk Siswa Sekolah Rakyat

Bupati Arief Rohman menilai keberadaan Irkham di tengah barisan Paskibraka menjadi contoh nyata bahwa Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

Ia menegaskan bahwa pelajar dari Sekolah Rakyat memiliki potensi yang sama untuk berkembang. Kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya melalui kerja keras, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.

Menurutnya, keberhasilan Irkham juga dapat menjadi motivasi bagi siswa Sekolah Rakyat lainnya agar tidak minder dengan latar belakang mereka.

Justru dengan kesempatan dan pembinaan yang tepat, mereka dapat menunjukkan kemampuan di berbagai bidang.

Pesan Bupati untuk 31 Paskibraka

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah dikukuhkan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sebanyak 31 pelajar yang terpilih telah melalui proses seleksi dan menjalani latihan secara terpusat selama kurang lebih dua pekan.

Berbagai materi diberikan oleh para pelatih untuk mempersiapkan mereka menghadapi tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI.

Bupati meminta seluruh anggota Paskibraka memberikan kemampuan terbaik ketika menjalankan tugas pada 17 Agustus 2026.

Ia juga mendoakan agar seluruh anggota Paskibraka diberikan kesehatan sehingga rangkaian upacara dapat berjalan dengan lancar.

Sang Ibu Tak Pernah Membayangkan Anaknya Jadi Paskibraka

Bagi Siti Kalimah, terpilihnya Irkham menjadi Paskibraka merupakan kebahagiaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan putranya dapat berdiri dalam barisan Paskibraka dan kemudian dikukuhkan langsung oleh Bupati Blora.

Siti menyebut keluarganya bukan berasal dari kalangan berada. Namun, menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak membuat Irkham kehilangan semangat untuk mengejar cita-cita.

Tekad sang anak menjadi salah satu hal yang membuatnya terus mendukung perjalanan Irkham hingga akhirnya berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka.

Tangis haru yang pecah malam itu seolah menjadi gambaran dari perjalanan panjang yang telah dilalui.

Di balik seragam dan barisan Paskibraka, ada seorang anak dari keluarga sederhana yang berhasil membuktikan bahwa kesempatan dapat membuka jalan menuju prestasi.

Siti pun menyampaikan terima kasih kepada Bupati Blora beserta jajaran yang telah memberikan pembinaan kepada anaknya. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas hadirnya Sekolah Rakyat di Blora.

Baginya, sekolah tersebut telah memberikan ruang bagi anaknya untuk tumbuh, belajar, dan menunjukkan kemampuan.

Kisah Irkham akhirnya menjadi salah satu warna dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.

Bukan hanya tentang seorang pelajar yang berhasil menjadi Paskibraka, tetapi juga tentang mimpi seorang anak, dukungan seorang ibu, dan kesempatan yang mampu mengubah keyakinan menjadi sebuah kebanggaan. 

“Saya senang, bangga, dan haru. Tidak pernah sekalipun saya membayangkan anak saya jadi seperti ini. Kami bukan dari keluarga yang kaya, namun tekad anak saya ini yang besar. Sehingga dia bisa masuk menjadi Paskibraka. Terimakasih Pak Bupati dan jajaran yang telah mendidik anak saya. Terimakasih Pak Presiden sudah membuka sekolah rakyat di Blora,” ucap Ibu Siti Kalimah. (tos)

Editor : Ali Mustofa
bupati blora paskibraka Sekolah Rakyat arief rohman