BLORA – Pembangunan Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, kembali belum mampu memenuhi target penyelesaian.
Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp30 miliar yang dikerjakan PT Joglo Multi Ayu tersebut hingga Rabu (12/8/2026) baru mencapai progres sekitar 90 persen.
Sebelumnya, pembangunan pasar itu ditargetkan selesai pada 14 Juli 2026.
Namun, target tersebut tidak tercapai sehingga kontraktor memperoleh tambahan waktu pengerjaan selama 30 hari hingga 13 Agustus 2026.
Dengan masih tersisanya sekitar 10 persen pekerjaan, Pemkab Blora menilai penyelesaian proyek sesuai batas waktu tambahan menjadi persoalan.
Kondisi itu juga membuat Bupati Blora Arief Rohman kecewa ketika melakukan peninjauan langsung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Ya terus terang kalau dikatakan kecewa ya kami kecewa. Ketika beberapa waktu lalu kami sudah datang ke sini, sudah kami ingatkan agar ada percepatan dan percepatan,” ujar Arief.
Target Peresmian Terancam Gagal
Arief mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya berharap Pasar Ngawen dapat segera digunakan masyarakat.
Bahkan, Pemkab Blora sebelumnya memasang target peresmian pasar tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Namun, melihat perkembangan pembangunan di lapangan, target tersebut kini dinilai sulit diwujudkan.
“Kami berharap ini untuk bisa diselesaikan secepatnya. Karena masyarakat sudah menunggu, ini segera ingin diresmikan, segera ingin digunakan,” katanya.
Menurut Arief, pembangunan Pasar Ngawen merupakan salah satu proyek yang menjadi perhatian dan program prioritas pemerintah daerah.
Karena itu, keterlambatan penyelesaian proyek menjadi sesuatu yang disayangkan.
“Apalagi kita kemarin mimpinya ini momen 17-an bisa kita resmikan. Tapi kalau melihat kondisi ini kelihatannya ini tidak sesuai ekspektasi yang kita inginkan,” ungkapnya.
Masih Ada Sejumlah Pekerjaan yang Belum Tuntas
Waktu tambahan yang diberikan kepada kontraktor juga hampir berakhir.
Setelah batas pengerjaan diperpanjang hingga 13 Agustus 2026, masih terdapat sejumlah bagian proyek yang belum selesai.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap keterlambatan tersebut.
Ia menilai pekerjaan proyek seharusnya dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Keselnya kalau terlambat. Aku paling sebel kalau ada kontraktor bekerja tidak tepat waktu,” tegas Sri.
Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, pekerjaan yang masih harus dituntaskan antara lain bagian atap, sejumlah kamar mandi, serta pekerjaan perapian.
“Yang jelas atap belum selesai, terus ada sedikit beberapa persen saja pekerjaan kamar mandi yang belum selesai dan perapian,” jelasnya.
Pemkab Blora berharap sisa pekerjaan dapat segera dikebut sehingga Pasar Ngawen bisa dimanfaatkan masyarakat tanpa harus kembali mengalami keterlambatan. (ari)