BLORA- Hasil laboratorium menu makan bergizi gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti yang diduga sebabkan keracunan keluar. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengirim hasil tersebut ke Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora.
Sebelumnya, 19 Siswa SD Negeri Sendangrejo keracunan usai menyantap menu MBG pada Selasa (21/07). Mereka dilarikan ke Puskesmas Ngawen.
Para siswa mengalami muntah-muntah, mual, sakit perut, pusing. Sehingga membuat beberapa siswa menjalani perawatan di Puskesmas.
Menu pada saat itu yakni susu kotak cokelat, telur utuh, kacang campur tempe, anggur dan nasi.
Dari keracunan itu BPOM turun tangan. Menguji laboratorium menu MBG tersebut.
Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat menjelaskan hasil lab dari BPOM baru saja dikirim. Sehingga pihaknya masih mencermati hasilnya.
"Lagi aja masuk 08.40 tadi," bebernya.
Dari hasil lab itu pihaknya akan melakukan analisa. Sehingga bisa diambil kesimpulan dari keseluruhan hasil uji lab.
"Baru saya perintahkan bagian analisa. Biar dianalisis dulu," katanya.
Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu menjelaskan jika pascakeracunan, pihaknya langsung meninjau SPPG Bogowanti.
"Kami cek gudang. Alur penerimaan barang. Keluar masuk barang hingga ompreng," katanya.
Selain itu pihaknya juga mengecek penempatan bahan makanan di SPPG tersebut. Termasuk mengambil sampel makanan.
Namun seiring berjalannya waktu, BPOM turun ke Blora. Karena BPOM dinilai memiliki wewenang lebih terkait hal tersebut, sehingga Dinkesda menunggu hasil lab.
Padahal sebelumnya pihak dinas sudah mengambil sampel dan melakukan inkubasi. Untuk mengetahui apakah ada bakteri dalam menu MBG tersebut. (tos)
Editor : Eko Santoso