Ketika Komitmen Membangun SDM Blora Mendapat Pengakuan

Redaksi Radar Kudus • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16:44 WIB
A. Mahbub Djunaidi
A. Mahbub Djunaidi

 
Oleh: A. Mahbub Djunaidi, Penulis buku “Membaca Zaman Menulis Makna”

Penghargaan sering kali dipahami sebatas piala, piagam atau seremoni di atas panggung. Namun, Radar Kudus Award 2026 yang diberikan kepada Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, SIP, MSi rasanya memiliki makna yang lebih dalam.

Penghargaan dari Jawa Pos Radar Kudus tersebut  adalah pengakuan terhadap komitmen kepala daerah dalam mendorong kemajuan masyarakat, khususnya melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Di tengah tuntutan pembangunan daerah yang semakin kompleks, membangun SDM memang bukan pekerjaan yang hasilnya dapat dilihat dalam hitungan bulan.

Jalan, jembatan dan gedung bisa segera terlihat bentuknya. Tetapi membangun manusia membutuhkan waktu, kesabaran dan konsistensi. Di sinilah komitmen Bupati Blora menjadi menarik untuk dicermati.

Pemkab Blora secara aktif memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi. Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) terus didorong agar  perangkat dan pegiat desa, memiliki kesempatan meningkatkan pendidikan.

Bahkan hampir 1.000 warga Blora disebut telah menempuh pendidikan tinggi melalui berbagai kerja sama dengan UNNES.  

Langkah lain adalah memperluas jejaring dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Bupati Arief bahkan menegaskan, di mana pun anak Blora kuliah, kampusnya akan diajak bekerja sama.

Targetnya jelas: meningkatkan angka lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi hingga 70 persen. 

Bagi penulis, inilah substansi penting dari sebuah pembangunan.
Membangun Blora tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus membangun manusianya.

Sebab jalan yang mulus akan lebih bermanfaat apabila dilalui manusia yang memiliki pendidikan dan keterampilan. Investasi akan lebih berarti apabila tersedia SDM yang mampu mengelolanya.

Potensi pertanian, migas, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif juga akan berkembang apabila masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengolahnya.

Karena itu, Radar Kudus Award 2026 semestinya tidak berhenti sebagai penghargaan kepada Bupati Blora. Penghargaan itu sekaligus menjadi amanah agar komitmen peningkatan kualitas SDM terus dilanjutkan.

Media, dalam konteks ini, bukan hanya memberikan apresiasi, tetapi juga ikut mengingatkan bahwa keberhasilan seorang kepala daerah pada akhirnya bukan diukur dari banyaknya penghargaan yang diterima.

Ukuran sesungguhnya adalah seberapa banyak masyarakat yang kehidupannya menjadi lebih baik. Bagi Blora, pembangunan SDM adalah investasi masa depan.

Anak-anak muda yang memperoleh pendidikan lebih tinggi, perangkat desa yang semakin kompeten, masyarakat yang memiliki keterampilan, serta generasi yang mampu membaca perubahan zaman adalah modal terbesar bagi Blora untuk maju.

Maka, Radar Kudus Award 2026 layak dimaknai bukan sebagai akhir dari sebuah prestasi, melainkan sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Penghargaan boleh diterima dengan rasa syukur. Tetapi pekerjaan membangun manusia Blora harus terus berjalan. Karena sesungguhnya, membangun SDM adalah membangun masa depan Blora (*).

Editor : Ali Mustofa
Radar Kudus Award 2026 membangun sdm mahbub djunaidi penghargaan bupati blora