BLORA- Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mengirim menu MBG dari SPPG Bogowanti yang diduga sebabkan keracunan ke BPOM. Sembari menunggu hasil laboratorium di UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Blora.
Sebelumnya, 19 Siswa SD Negeri Sendangrejo keracunan diduga usai menyantap menu MBG pada Senin (20/07). Mereka dilarikan ke Puskesmas Ngawen. Menu yang mereka santap berasal dari SPPG Bogowanti.
Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat mejelaskan uji laboratorium tak hanya dilakukan di Blora pihaknya juga mengambil sampel untuk dikirim ke BPOM.
"Sampel dikirim ke BPOM," tuturnya.
Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu menjelaskan jika pascakeracunan, pihaknya langsung meninjau SPPG Bogowanti.
"Kami cek gudang. Alur penerimaan barang. Keluar masuk barang hingga ompreng," katanya.
Selain itu pihaknya juga mengecek penempatan bahan makanan di SPPG tersebut. Termasuk mengambil sampel makanan.
"Kita ambil sampel makanan untuk ke laboratorium," bebernya.
Karena menunggu hasil laboratorium itulah, hingga kini ia belum bisa memastikan penyebab keracunan secara pasti.
"Karena hasil lab belum keluar kami belum bisa pastikan penyebabnya adalah susu. Kita harus lab dulu," imbuhnya.
Sampel makanan dan susu tersebut dilab di UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Blora. Saat wartawan koran ini menyambangi Labkesda, diperoleh informasi jika hasil lab tak bisa langsung keluar.
Setidaknya dibutuhkan waktu sampai seminggu ke depan untuk mengetahui hasil uji lab.
Sebab selama uji lab, diperlukan waktu untuk incubator bakteri. Durasi incubator itu setidaknya seminggu.
Tak hanya menyoroti menu dan mengambil sampel di SPPG Bogowanti, pihaknya juga menyoroti peran ahli gizi di dapur tersebut. Sebab secara keilmuan tidak linier.
"Ahli gizi sarjana kesehatan masyarakat. Bukan khusus gizi. Kami sampaikan ikuti pelatihan," imbuhnya. (tos)
Editor : Eko Santoso