Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Sinergi Sesarengan Buka Peluang Beras Organik Blora Go Nasional

Ali Mustofa • Senin, 13 Juli 2026 | 13:51 WIB
A. Mahbub Djunaidi
A. Mahbub Djunaidi

 Oleh : A. Mahbub Djunaidi, Pensiunan ASN Kab. Blora

 

Semangat Sesarengan kembali ditunjukkan Bupati Blora, Arief Rohman, dalam upaya memajukan sektor pertanian. 

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Arief mengungkapkan hasil diskusi bersama jajaran ID Food, holding BUMN pangan Indonesia, untuk membuka peluang pemasaran beras organik dan beras premium produksi petani Blora hingga ke pasar nasional bahkan internasional.

Dalam unggahannya, Arief Rohman menulis, "Semangat Sinergi Sesarengan mBangun Pertanian Blora menuju Kabupaten yang maju dan berkelanjutan."

Kalimat tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai pemerintah, BUMN, pelaku usaha, hingga petani.

Pertemuan tersebut menghadirkan Bernadetta Raras Indah Rosari (Mbak Raras), Director of Supply Chain Management and IT ID Food yang juga merupakan diaspora Blora asal Kecamatan Ngawen,  perwakilan petani milenial dan unsur DP4 membahas peluang kerja sama yang dapat memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian Blora.

Fokus utama pembahasan adalah bagaimana beras organik dan beras premium hasil produksi petani Blora dapat diserap pasar yang lebih luas melalui dukungan ID Food.

Jika kerja sama ini terealisasi, petani tidak hanya memperoleh kepastian pasar, tetapi juga peluang peningkatan harga jual karena mampu memasuki pasar yang lebih kompetitif.

Sebagai holding BUMN pangan, ID Food bergerak di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan logistik.

Perusahaan ini mengelola berbagai komoditas Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta memproduksi berbagai kebutuhan pokok seperti gula, beras, minyak goreng, dan produk pangan lainnya.

Dengan jaringan distribusi yang dimiliki, ID Food dinilai memiliki kapasitas untuk membantu memperluas pemasaran produk pertanian Blora.

Bagi Kabupaten Blora, kerja sama semacam ini menjadi angin segar. Selama ini Blora dikenal sebagai salah satu daerah agraris di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian.

Berbagai kelompok tani telah mulai mengembangkan pertanian organik dan menghasilkan beras berkualitas premium.

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah akses pasar yang berkelanjutan serta penguatan rantai distribusi.

Apabila ID Food dapat menjadi mitra strategis, maka petani Blora akan memperoleh kepastian penyerapan hasil panen sekaligus kesempatan meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar pasar nasional maupun ekspor.

Hal ini juga akan mendorong regenerasi petani melalui keterlibatan petani milenial yang semakin aktif mengembangkan pertanian modern.

Meski demikian, keberhasilan kerja sama ini memerlukan tindak lanjut yang konkret. Peningkatan kualitas produksi, sertifikasi beras organik, kontinuitas pasokan, penguatan kelembagaan petani, hingga sistem logistik harus dipersiapkan dengan baik.

Tanpa kesiapan tersebut, peluang pasar yang besar akan sulit dimanfaatkan secara optimal.

Rencana pendirian Politeknik Agroindustri di Blora juga dapat menjadi pendukung penting.

Kehadiran perguruan tinggi vokasi tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang menguasai teknologi budidaya, pengolahan hasil pertanian, manajemen rantai pasok, hingga pemasaran digital sehingga mampu mendukung kebutuhan industri pangan modern.

Semangat Sinergi Sesarengan yang dibangun Pemerintah Kabupaten Blora bersama ID Food patut diapresiasi.

Harapan masyarakat tentu sederhana, yaitu agar diskusi ini tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja sama yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mengangkat nama Blora sebagai salah satu sentra beras organik dan beras premium di Indonesia (*).

Editor : Ali Mustofa
#petani blora #mahbub djunaidi #beras naik #arief rohman #sektor pertanian