Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Dimakan Zaman, Angkutan Umum di Blora Tergerus dan Menyusut Tersisa 67

Eko Santoso • Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB
TERSISIH: Salah satu angkutan umum di Blora yang masih bertahan. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
TERSISIH: Salah satu angkutan umum di Blora yang masih bertahan. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

 

BLORA – Makin tua, digerus zaman, angkutan umum di Blora tersisa 67. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan 2005 lalu saat awal beroperasi.

Subkoordinator Angkutan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Ngadianto, menjelaskan jika pada 2005 lalu saat awal beroperasi ada 202 kendaraan. 

Berkurangnya jumlah kendaraan itu lantaran dimakan usia. Sudah tua dan tak layak. Sehingga tak lagi bisa beroperasi. 

Terlebih ada regulasi yang membatasi usia kendaraan untuk angkutan umum. Dengan tujuan kelayakan dan menjaga keamanan. 

"Sesuai ketentuan, batas maksimal usia kendaraan umum sebenarnya 25 tahun," imbuhnya.

Namun Pemkab Blora memberikan toleransi hingga 45 tahun melalui surat Edaran Bupati di tahun 2024.

"Kalau diberlakukan batas usia 25 tahun, bisa jadi Blora tidak ada angkutan umum seperti yang terjadi di beberapa kabupaten lain," ujarnya.

Meski usia kendaraan diperpanjang, setiap angkutan tetap wajib menjalani uji berkala atau uji KIR serta memenuhi persyaratan administrasi lainnya. Selain itu, kondisi kendaraan juga harus layak digunakan dan nyaman.

"Kami juga meminta kendaraan layak pandang. Sekarang anak sekolah enggan naik angkutan umum kalau kondisinya sudah tidak nyaman dilihat," katanya.

Dari 67 unit angkutan umum itu, kini melayani lima koridor. Rinciannya, koridor Blora–Kunduran sebanyak 23 Armada, Blora–Cepu 21 unit, Blora–Jepon enam Armada Cepu–Randublatung–Doplang–Sulur enam Armada, serta Blora–Medang–Bulu sebanyak 11 armada.

Ia menambahkan, menurunnya jumlah penumpang juga dipengaruhi meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi di masyarakat. Banyak warga yang kini lebih memilih menggunakan sepeda motor maupun mobil untuk beraktivitas sehingga angkutan umum semakin sepi peminat. (tos)

Editor : Eko Santoso
#motor #blora #sekolah #angkutan umum #Dinrumkimhub Blora