Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ibu Rumah Tangga di Blora Nekat Akhiri Hidup, Diduga Terkait Tekanan Ekonomi Biaya Pondok Anak

Ali Mustofa • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:16 WIB
TKP: Anggota kepolisian Polsek Kradenan olah kejadian perkara kasus seorang ibu mengakhiri hidup di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora pada Selasa, 23 Juni (POLRES BLORA UNTUK RADAR KUDUS)
TKP: Anggota kepolisian Polsek Kradenan olah kejadian perkara kasus seorang ibu mengakhiri hidup di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora pada Selasa, 23 Juni (POLRES BLORA UNTUK RADAR KUDUS)

BLORA – Warga Dusun/Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora digegerkan dengan penemuan seorang perempuan yang meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa (23/6/2026) pagi.

Korban diketahui berinisial M (41), seorang ibu rumah tangga sekaligus wiraswasta.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh suami korban, R (44), bersama anaknya yang masih berusia 12 tahun saat keduanya baru kembali ke rumah.

Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, membenarkan adanya laporan kejadian tersebut.

Petugas dari Polsek Kradenan bersama tim medis segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.

“Hasil pemeriksaan medis di lokasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan awal mengarah pada kasus bunuh diri,” jelas AKP Midi.

Dari hasil penyelidikan sementara, kejadian bermula sekitar pukul 04.30 WIB saat korban sempat berjalan kaki dari rumah mertuanya di wilayah Kecamatan Kedungtuban.

Namun, suaminya kemudian menjemput dan mengantarkan korban kembali ke rumah menggunakan sepeda motor.

Setibanya di rumah sekitar pukul 05.00 WIB, korban meminta suaminya kembali ke rumah orang tua untuk menjemput anak mereka. Tanpa curiga, sang suami pun berangkat menjemput anaknya.

Sekitar pukul 06.00 WIB, suami dan anak korban kembali ke rumah.

Namun setibanya di dalam rumah, keduanya dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa di ruang keluarga.

“Suami dan anak korban langsung histeris dan meminta pertolongan warga sekitar,” lanjutnya.

Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, polisi menduga korban mengalami tekanan batin yang cukup berat terkait persoalan ekonomi.

Sebelum kejadian, korban dan suami disebut sempat membicarakan biaya pendidikan anak yang akan masuk pondok pesantren.

“Dugaan sementara, korban terbebani masalah biaya sekolah anaknya. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor pemicu,” ungkap AKP Midi.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa seutas tali plastik berwarna kuning dari lokasi kejadian.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (ari) 

Editor : Ali Mustofa
#mengakhiri hidup #meninggal dunia #blora #tekanan ekonomi