Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Basnas Blora Mengembangkan 30 Warung Mustahik Lewat Z-Mart

Ali Mustofa • Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:58 WIB
BERMANFAAT: Bentuk bantuan Baznas Blora kepada mustahik di Kabupaten Blora untuk meningkatkan ekonomi usaha warga tidak mampu. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)
BERMANFAAT: Bentuk bantuan Baznas Blora kepada mustahik di Kabupaten Blora untuk meningkatkan ekonomi usaha warga tidak mampu. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)

BLORA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora, mengembangkan 30 warung milik mustahik melalui Program Z-Mart.

Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat zakat produktif.

Ketua Baznas Kabupaten Blora Sutaat mengatakan, Program Z-Mart merupakan hasil kolaborasi antara Baznas RI dan Baznas Kabupaten Blora untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha ritel berbasis komunitas.

"Pada tahun 2026 ini, Program Z-Mart dimulai sebelum bulan puasa dan sudah diperuntukkan bagi 30 mustahik. Untuk progres perkembangannya saat ini masih ada pendamping yang dipilih oleh Baznas RI melalui ujian tes, ujarnya. 

Ia menyampaikan, sebanyak 30 titik Z-mart yang berasal dari Basnas RI tersebar di 10 kecamatan. Namun, semestinya Basnas Blora menambah 10 titik tambahan. 

Namun, kami melihat progress dari Z-mart ini kedepannya jika dapat berkembang baik. Maka, kami akan menambah program Z-mart ke 10 mustahik. Sehingga menjadi 40 penerima nantinya, ucapnya. 

Tak hanya itu, Sutaat juga berencana untuk mengajukan tambahan kepada Baznas Provinsi Jawa Tengah untuk 10 mustahik. 

Sehingga totalnya nanti bisa menjadi 50 titik program Z-mart, katanya. 

Dia mengatakan, bantuan program Z-mart ini ditujukan kepada keluarga tidak mampu, memiliki usaha sembako yang sudah berjalan selama minimal lima tahun.

Penerima manfaat itu akan mendapat modal usaha, desain toko, perlengkapan toko seperti lemari, rak, kaos dan pendampingan usaha. 

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga tidak mampu, khususnya untuk mustahik yang mengelola bidang perdagangan dan usaha kecil menengah, harapnya. 

Pendamping Khusus Baznas RI Ahmad Mundir menjelaskan, pendampingan di program Z-mart itu ada tiga metode yang digunakan.

Meliputi, kunjungan setiap hari satu mustahik, pemantauan grup untuk omset toko setiap hari dan pertemuan rutin mustahik setiap bulan sekali. 

Karena Blora ini penerima program tersebar di 10 titik, maka metode yang kami gunakan itu terbadi di tiga zona yakni selatan, tengah dan utara. Dalam pertemuan itu membicarakan terkait silabus dari Baznas RI untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas warung kelontong dari program Z-mart, jelasnya. 

Ia menyampaikan, untuk omset selama periode satu bulan itu dari 30 mustahik mencapai angka Rp 300 sampai 400 ribu setiap hari. Sedangkan, sebelum ada bantuan itu 30 mustahik hanya mampu mencapai omset sekitar Rp 250 ribu.

Namun tidak menutup kemungkinan omset bulan depan bisa saja menurun. Karena pengelolaan toko itu tidak bisa ditebak untuk naik turun harga, hanya saja semuanya merasa terbantu dengan adanya program Z-mart, tuturnya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#z-mart #basnas blora #penerima manfaat #Usaha Sembako #mustahik