Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

KemenPANRB dan BRIN Siapkan Replikasi Inovasi SIP BRO

Admin • Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:05 WIB
Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Blora Antonius Sriandwi Nugrahanto
Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Blora Antonius Sriandwi Nugrahanto

BLORA – Inovasi daerah Kabupaten Blora kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Sistem Inovasi dan Penelitian Blora (SIP BRO) yang dikembangkan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Blora akan menjadi model pembelajaran dan replikasi inovasi bagi instansi pemerintah lainnya di Indonesia.

Hal tersebut ditandai dengan undangan resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) kepada Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Blora Antonius Sriandwi Nugrahanto sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembelajaran Pengembangan Inovasi SIP BRO yang akan digelar secara daring pada 15 Juni 2026.

Dalam surat yang ditandatangani Asisten Deputi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik KemenPANRB, Muhammad Yusuf Kurniawan, dijelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara KemenPANRB dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan replikasi dan scaling up inovasi SIP BRO.
SIP BRO merupakan platform digital terintegrasi yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Blora untuk mengelola pendataan, verifikasi, dokumentasi, pelaporan, hingga diseminasi inovasi dan hasil penelitian daerah secara efektif, transparan, dan akuntabel.

Kehadiran aplikasi tersebut menjawab berbagai kendala pengelolaan inovasi yang sebelumnya masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi.

Melalui SIP BRO, seluruh perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, hingga masyarakat dapat berpartisipasi dalam ekosistem inovasi daerah melalui satu platform yang mudah diakses. Dampak penerapan inovasi ini cukup signifikan.

Jumlah inovasi yang terdokumentasi di Kabupaten Blora meningkat dari 164 inovasi pada periode 2019–2021 menjadi 438 inovasi pada tahun 2024.

Tak hanya itu, keberadaan SIP BRO juga turut mendongkrak Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Blora. Nilai indeks yang pada tahun 2021 berada di angka 51,36 meningkat menjadi 82,61 pada tahun 2024. Capaian tersebut menjadi salah satu alasan mengapa inovasi asal Blora ini dinilai layak untuk direplikasi secara lebih luas.

KemenPANRB menilai penyebarluasan SIP BRO berpotensi memperkuat ekosistem inovasi nasional melalui tata kelola yang lebih transparan, kolaboratif, dan berbasis data. Selain itu, inovasi tersebut juga dinilai mampu mendukung percepatan transformasi digital pemerintahan, memperkuat kapasitas riset dan inovasi, serta mendorong reformasi birokrasi yang berkelanjutan.

Dalam FGD tersebut, Bapperida Blora akan memaparkan proses bisnis inovasi, peluang adaptasi dan adopsi oleh instansi lain, tingkat kelayakan implementasi, manfaat yang dapat diperoleh, hingga kebutuhan sumber daya yang diperlukan apabila diterapkan secara nasional.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran BRIN, mulai dari Biro Komunikasi Publik, Umum dan Kesekretariatan, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, hingga tim pengelola pelayanan publik BRIN.

Melalui forum tersebut diharapkan praktik baik yang telah diterapkan di Kabupaten Blora dapat menjadi inspirasi sekaligus model pengembangan inovasi pelayanan publik di berbagai daerah maupun lembaga pemerintah di Indonesia.

Pengakuan dari KemenPANRB dan BRIN ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari daerah mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat nasional. (*)

Editor : Admin
#baperinda #inovatif #blora