Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Makan Bergizi Gratis di Blora Tuai Sorotan, Bandeng dan Tahu Berbelatung, Wali Murid Protes Keras

Ali Mustofa • 2026-03-16 11:56:25
PARAH: Deretan belatung di sisi kiri pada wadah menu MBG di SD Muhammadiyah Blora. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
PARAH: Deretan belatung di sisi kiri pada wadah menu MBG di SD Muhammadiyah Blora. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

BLORA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Blora menuai sorotan setelah ditemukan makanan yang diduga sudah tidak layak konsumsi.

Menu makan siang yang dibagikan kepada siswa di SD Muhammadiyah Blora dilaporkan terdapat belatung pada bagian lauknya.

Belatung tersebut ditemukan pada menu ikan bandeng presto dan tahu yang disajikan kepada para siswa.

Baca Juga: Kronologi Penusukan Usai Tarawih di Blora: Bermula dari Ejekan, Berakhir Luka Tusuk

Bahkan, jumlahnya cukup banyak hingga terlihat berderet di bagian atas wadah makanan.

Menu MBG tersebut diketahui berasal dari dapur SPPG Kamolan, Blora, dan didistribusikan ke sekolah pada Jumat (13/03).

Penemuan kondisi makanan tersebut langsung memicu kekecewaan para wali murid.

Beberapa di antaranya merekam kondisi makanan itu dalam bentuk video dan kemudian menyebarkannya melalui media sosial.

Salah satu wali murid penerima manfaat program MBG berinisial DK mengaku terkejut ketika mengetahui makanan yang hampir dikonsumsi anaknya ternyata dalam kondisi tidak layak.

“Kami benar-benar kecewa. Pelayanan dari SPPG Kamolan Blora sangat buruk dan tidak manusiawi. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, program ini bukan lagi Makan Bergizi Gratis, tapi bisa berubah menjadi Makanan Beracun Gratis,” ujarnya dengan nada kesal, Minggu (15/03).

Menurut DK, kelalaian dalam penyediaan makanan bagi siswa sekolah bukan sekadar persoalan kecil.

Ia menilai hal tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak.

“Kesehatan anak-anak kami seperti dipertaruhkan. Jangan sampai generasi penerus bangsa justru menjadi korban karena kelalaian seperti ini,” tambahnya.

Para wali murid pun meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk menyelidiki kejadian tersebut.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Blora bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak penyedia makanan dalam program MBG.

Baca Juga: Viral Kasus Kucing Ditendang di Kridosono, Mantan Bupati Blora Ikut Bela Tersangka

“Kalau memang tidak mampu menjamin kebersihan dan kualitas makanan untuk anak-anak sekolah, sebaiknya program ini dihentikan saja. Jangan sampai anak-anak kami yang menjadi korban,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kamolan, Majianto, saat dimintai keterangan membenarkan bahwa dapur penyedia makanan MBG tersebut berada di wilayahnya.

“Benar, dapur SPPG Kamolan itu milik dr Tegar. Silakan dikonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini ditulis, pihak pemilik dapur SPPG Kamolan belum memberikan tanggapan terkait temuan tersebut dan belum memberikan pernyataan resmi. (tos)

Editor : Admin
#SPPG #Menu MBG #siswa #belatung #Makan Bergizi Gratis