BLORA - Regrouping Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Blora ditarget selesai pada awal tahun ajaran baru. Aset 22 SD di Blora bakal didiskusikan dengan BPKAD Jawa Tengah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Blora Nuril Huda mengatakan, target pelaksanaan regrouping 22 SD itu di tahun ajaran baru mendatang.
Alasan diregroup salah satunya karena jumlah peserta didiknya sedikit, Sehingga dilebur dengan sekolah yang lain. Agar lebih efektif dan efisien.
“Pengoptimalan aset-aset sekolah yang masih bagus, bagi yang terdampak regrouping,” ungkapnya.
Baca Juga: Red House Art Lab Hadirkan Pameran Seni Digital dan AR Pertama di Blora
Nuril mencontohkan SDN 2 Kalangan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, bakal diregroup dengan SDN 1 Kalangan.
Hal itu lantaran lokasi keduanya berdekatan hanya dipisahkan jalan raya. Untuk aset gedung sekolah itu nanti akan tetap difungsikan, meskipun diregroup.
"Walaupun kita regroup tapi dua-duanya gedung kita fungsikan. Karena jaraknya dekat, kondisi sekolahnya bagus, jadi dua-duanya kita fungsikan,” ucapnya.
Meskipun begitu, pihaknya juga akan memikirkan aset sekolah lain yang akan terdampak regrouping.
"Mungkin untuk yang lain, kita pikirkan lagi asetnya difungsikan apa, kan belum tahu yang begitu. Jadi kita pastikan ketika kita regroup itu bisa diatur dari si anak-anaknya nanti bisa sekolah kembali," jelasnya
Menurutnya yang terpenting peserta didik yang sekolahnya diregroup bisa terdistribusi ke sekolah yang lain.
"Baik dari siswanya, gurunya, kamu pastikan agar semua terdistribusi," tuturnya.(ari)
Editor : Mahendra Aditya