BLORA - Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora melaunching inovasi baru gerakan pemanfaatan pekarangan untuk cegah inflasi dan ketahanan pangan (Gemar Si Pangan).
Gerakan menanam tersebut ditujukan untuk seluruh Aparatur Sipil Negara(ASN) di Blora dengan jumlah 11 ribu orang.
Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi sekaligus meluncurkan inovasi dinas yang sudah mengawali dengan gerakan memanfaatkan pekarangan.
Baca Juga: Bupati Blora Terima Gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari Mangkunagoro X
Tanaman yang ditanam itu ada cabai, tomat, terong, tak hanya ikan ada juga buah.
Gerakan itu dalam rangka mendukung program Kemendagri untuk inflasi bisa dikendalikan.
“Ketika para asn di Blora sebanyak 11 ribu nanti menanam cabai ini inflasi bisa terkendali sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan juga. Kami akan perintahkan juga untuk di intruksikan kepada seluruh asn blora agar memanfaatkan pekarangannya untuk ditanam cabai,” ujarnya.
Ia menambahkan, terutama untuk sekolah dan dinas yang punya pekarangan itu diminta untuk melakukan penanaman.
DP 4 sudah mencontohkan pekarangan kantor ditanam pohon.
“Ini menjadi indikator untuk pertumbuhan inflasi. Jadi setiap Senin itu dipantau oleh Kemendagri terlebih ini mau lebaran, kebutuhan cabai itu biasanya menjadi faktor penentu inflasi,” ucapnya.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Ngaliman mengatakan, inovasi itu ditujukan untuk mengamanatkan kepada seluruh ASN untuk mengendalikan inflasi.
Baca Juga: Pemkab Bentuk Tim Khusus Ajukan Barongan Blora Diakui Unesco
Inovasi itu kedepannya akan dilombakan juga otomatis nanti akan ada peninjauan.
“Karena ada keterbatasan anggaran di dinas itu masing-masing ASN menganggarkan tanaman untuk ditanam sendiri dan lebih hemat. Jadi ditengah keterbatasan anggaran itu kami harus terus bermanfaat dan membuat kebaikan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, untuk ASN itu ketika menanam di pekarangan itu bisa menghasilkan kebutuhan sehari-hari.
Target dari inovasi itu menggerakkan ASN dan menjadi inovasi unggulan di Blora.
“Malah himbauan dari bupati itu jika tidak dipraktekkan di ASN maka TPP akan dipotong,” katanya. (ari)
Editor : Ali Mustofa