JEPON, Radar Kudus– Rumah terkena longsor, warga Dukuh Lukbang RT 04/RW 02 Desa Puledagel Kecamatan Jepon was-was. Lantaran longsor terus mengancam tetapi seorang warga tak bisa pindah.
Longsoran itu berada di bantaran anak sungai Lusi. Longsoran terjadi bertahap, sudah empat tahun terakhir.
Hujan berhari-hari selama seminggu terakhir memperparah longsor. Makin meluas hingga menyentuh pemukiman warga. Bahkan sejumlah warga terpaksa pindah.
Namun tidak dengan Yasir Mahmud. Meski bagian dapur sudah terkena, ia bingung. Sebab tak tahu harus pindah ke mana. Terlebih jika pindah butuh dana.
"Sangat waswas, saya kadang menangis ketika hujan karena tak bisa berbuat apa-apa," katanya sambil terisak.
Menurutnya sejauh ini sudah ada empat rumah terdampak. Tiga di antaranya masih saudara. Dan satu rumah dia.
"Tiga sudah pindah. Ini adek saya kemarin barusan pindah. Saya masih di sini," imbuhnya.
Pihaknya berharap segera ada penanganan terkait longsoran itu. Sehingga ia tak harus pindah.
"Kalau segera ditangani nggak ada rencana pindah, saya harap cepat-cepat, dari Pemerintah Provinsi dan daerah dan dinas terkait biar cepat segera ditangani" tambahnya.
Ia juga siap pindah kalau memang dari pemerintah desa memfasilitasi tanah.
Sekertaris Desa Puledagel Bayani menyampaikan sudah berusaha menanggulangi bencana tersebut. Di antaranya sudah memancang bambu-bambu.
"Kita pancangkan tetapi jatuh lagi. Kemudian sebelumnya kita membuat proposal ke Dinas PU dan direspon dari PU langsung dari BWS," katanya.
Bayani menjelaskan sebenarnya pihak BBWS, DPUPR, Forkopimda melakukan kerja bakti. Melakukan penanganan sementara. Namun tetap kandas juga.
"Nanti katanya mau dikasih seperti bronjong, tetapi menunggu dulu agar kondisi cuaca reda," tambahnya.
Ia menjelaskan tiga orang yang pindah direlokasi ke tanah masing-masing. Lantaran memiliki tanah pribadi di tempat lain.
Sementara untuk satu warga yang belum pindah dan terkendala tanah, pihak desa siap memfasilitasi. (tos)
Editor : Zainal Abidin RK