BLORA - Proyek peningkatan ruas Jalan Plosorejo - Sembongin molor diakibatkan dua alat berat berupa roller rusak.
Akibatnya, pelaksana proyek peningkatan jalan yang dikerjakan oleh CV Bintang Timur, dengan Konsultan Pengawas dari CV Archidas Design mendapatkan surat peringatan (SP 2) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora.
Diketahui pada papan proyek tersebut, dijadwalkan mulai pada 4 September 2025, dan ditargetkan selesai tanggal 15 Desember 2025.
Baca Juga: 2.853 PPPK di Blora Alami Keterlambatan Pembayaran Gaji, Ini Alasannya
Dengan panjang 896 meter dan lebar 3 meter, proyek tersebut didanai menggunakan APBD Kabupaten Blora sebesar Rp 1.547.908.000.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPUPR Blora Nidzamudin Al Huda mengakui ada keterlambatan pada proyek Jalan Plosorejo-Sembongin. Pihak kontraktor juga sudah mendapatkan SP 2.
“Minggu ini kami upayakan untuk segera diselesaikan, maksimal Jum’at (19/12). Tapi ini laporan saya terima aspal juga sudah datang di lokasi,” ucapnya.
Ia menyampaikan, proyek Jalan Plosorejo-Sembongin itu belum terlaksana 40 persen.
Ditambah lagi, kontraktor proyek sudah menerima uang muka 30 persen dari nilai kontrak.
“Jika proyek sudah 40 persen pihak PUPR bisa melakukan take over, apabila rekanan tidak sanggup menyelesaikan,” ungkapnya
Sementara itu, Kepala Desa Plosorejo Akhmad Muslih mengaku sering mendapat keluhan dari wargan untuk segera diselesaikan.
Baca Juga: Pengguna KA dari Blora Meningkat, 941 Wisatawan Asing Pilih Naik Kereta Api
“Ya mas, ini tadi ada keterlambatan untuk proyek. Seharusnya tanggal 15 Desember selesai, ini sudah tanggal 16 Desember. Tadi siang saya sudah cek lokasi, tidak ada pengerjakan, dan tidak ada pengecekan dari PUPR,” ungkapnya.
Salah satu warga Desa Plosorejo Rt 2 Rw 2 Kusairi mengaku geram dengan pengerjaan proyek yang belum selesai.
Terutama material telat, gelaran material tidak ada datang, sampai sekitar 1 bulan.
“Mau mengerjakan, mau aspal juga mesin selender rusak, sama yang satunya (rusak). Seharusnya ya sudah selesai, ini molor sampai beberapa hari,” katanya.
Ia melihat para pekerja tampak melakukan perbaikan (mesin), namun sampai sekarang belum ada dan belum bisa jalan.
Aspal juga sudah tiga hari, jadi tidak diteruskan karena mesin alat berat rusak.
“Kalau korban jatuh akibat jalan penuh kerikil belum ada, kalau jatuh tapi gapapa, itu ada 2 atau 3 orang lah. Kalau harapn warga itu supaya cepat selesai, garapannya cepat selesai, biar warga enggak protes dan mintanya ya segera diselesaikan,” ucapnya. (ari)
Editor : Ali Mustofa