BLORA – Tiga korban tenggelam di Sungai Lusi ditemukan pada hari ke dua pencarian, Jumat (12/12).
Ketiganya ditemukan di lokasi berbeda. Dengan penemuan ini semua korban sudah dievakuasi dan pencarian berhenti.
Diberitakan sebelumnya delapan santri dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Ma'un tenggelam di Sungai Lusi pada Kamis (11/12) pukul 06.00. Tepatnya di wilayah Kelurahan Kedungjenar Kecamatan Kota.
Dari delapan itu tiga di antaranya berhasil diselamatkan warga. Sementara lima lainnya tenggelam.
Pada evakuasi hari pertama, petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI Polri, PMI, BAZNAS, hingga relawan dan masyarakat menemukan dua korban. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Mulyowati menjelaskan pencarian pun berlanjut pada hari Jumat (12/12) untuk mencari tiga santriwati yang belum ketemu. Pada pukul 13.25 satu korban ditemukan. Berlokasi 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.
"Setelah ditemukan dibawa ke rumah sakit. Kami serahkan ke keluarga. Hasil identifikasi, korban pertama Cika dari Todanan," katanya .
Kemudian pada pukul 14.30 tim gabungan kembali menemukan korban. Berjarak 1 kilometer dari lokasi kejadian.
Hasil identifikasi, korban bernama Sulistya berumur 14 tahun. Dari Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan.
Terakhir, korban ditemukan pada pukul 14.45. berlokasi 1,2 kilometer dari lokasi kejadian. Korban bernama Asyifa, 13 tahun warga Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan.
"Alhamdulillah ketiganya berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian," ucapnya.
Dari ketiga korban itu semuanya setelah ditemukan dan dievakuasi dibawa ke RSUD. Setelah proses penyucian jenazah, ketiga korban diserahkan kepada keluarga.
"Di makamkan oleh keluarga masing-masing," tuturnya.
Agar kejadian serupa tak terulang, ia mengimbau kepada institusi pendidikan agar lebih memperhatikan para siswa. Agar tak bermain sembarangan.
"Jika masih dalam pelajaran tentu itu tanggungjawab sekolah. Agar diperhatikan," tambahnya.
Sementara kepada orang tua yang memiliki anak sekolah, ia mengimbau agar berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait agenda sekolah. Sehingga terpantau.
"Orang tua hati-hati, agar ada pengawasan, minta informasi agenda pembelajaran di sekolah," bebernya. (tos)
Editor : Mahendra Aditya