Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dikelola Pertamina dan Exxon, Blok Cepu Sumbang 25 Persen Kebutuhan Minyak Nasional

Eko Santoso • Jumat, 12 Desember 2025 | 17:13 WIB
MASIF: Kilang minyak di Blok Cepu yang sedang digarap ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Pertamina.
MASIF: Kilang minyak di Blok Cepu yang sedang digarap ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Pertamina.

CEPU – Blok Cepu sumbang 25 persen kebutuhan minyak nasional. Produksi dari blok ini menjadi yang terbesar di Indonesia. 

Hal itu disampaikan External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar di Hotel Morazen saat konferensi pers beberapa waktu lalu. 

Pengelolaan Blok Cepu dilakukan secara bersamaan antara Pertamina dan ExxonMobil Cepu melalui Joint Operation Agreement (JOA), dengan Exxon sebagai operator. 

Tezhart Elvandiar atau yang kerap disapa Etang menyebut produksi di Blok Cepu dalam sehari mencapai 150 ribu barel.

Bahkan ke depan akan meningkat lagi seiring dengan peresmian produksi minyak di Banyu Urip yang pada Juni lalu diresmikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Peningkatan produksi ini dihasilkan dari proyek Banyu Urip Infil Clastic (BUIC) yang dilaksanakan ExxonMobile Oil Cepu (EMCL).

“Juni lalu itu kita berhasil untuk melakukan pengeboran, itu akan memberikan tambahan sekitar 30.000 ribu barel per hari,” paparnya.

Penambahan itu akan memungkin Blok Cepu memproduksi minyak 180 ribu barel per hari.

Produksi ini menempatkan Blok Cepu sebagai penyumbang minyak tersbesar di Indonesia.

Ia menjelaskan beberapa tahun lalu Blok Cepu bisa memproduksi hingga 220 ribu barel. Bahkan pernah tertinggi mencapai 235 ribu barel per hari.  

Namun perlahan memang alami kekurangan. Hal itu dianggap wajar karena minyak adalah sumber daya alam yang tak bisa diperbaharui. 

“Memang secara karakteristik dari lapangan tersebut secara alami menurun,” imbuhnya.

Untuk menyikapi itu maka pihaknya melakukan ekplorasi tambahan dengan cara melakukan pengeboran baru di sumur minyak baru. 

“Seperti yang kita lakukan Juni lalu,” tuturnya.

Etang menjelaskan semula saat awal melakukan ekplorasi pada 2005 diperkirakan Cadangan minyak di Blok Cepu 450 Juta Barel.

Namun dalam perkembangannya ternyata ada peningkatan.

“Lebih dari satu miliar barel,” ujarnya. 

Atas dasar itulah ekplorasi di Blok Cepu terus dilanjutkan. Kontrak pengajuan perpanjangan dilakukan sepuluh tahun sebelum masa kontrak berakhir. Masa kontrak ekplorasi EMCL pada tahap awal mulai 2005-2035. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#Blok Cepu #blora #pertamina #Exxon Mobile Cepu Limited