BLORA – Sebanyak delapan pelajar terseret arus Sungai Lusi di kawasan Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora Kota.
Dari kejadian tersebut, tiga siswa berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan lima lainnya masih dalam pencarian.
Pada pukul 09.00 WIB, tim gabungan dari BPBD Blora, Polri, dan TNI sudah berada di lokasi.
Baca Juga: Fakta Baru: Delapan Pelajar yang Tenggelam di Sungai Lusi Blora Ternyata Hendak Mencari Kerang
Petugas membagi area penyisiran di beberapa titik dan turun langsung ke aliran sungai.
Ada yang menyelam, ada yang menelusuri tepian sungai untuk mempercepat pencarian.
Adit, warga setempat yang melihat kejadian, mengatakan sekitar pukul 06.00 WIB ia melihat sekelompok anak bermain di tepi sungai.
Mereka tampak mendekat ke aliran air. Tidak lama berselang, suara teriakan meminta pertolongan terdengar.
“Ada suara teriak-teriak dari anak-anak, minta tolong katanya ada yang tenggelam,” ujarnya.
Warga yang mendengar langsung menghampiri dan berusaha menolong. Dari delapan siswa, tiga berhasil diselamatkan.
Kapolsek Blora Kota, AKP Rustam, menjelaskan bahwa seluruh korban adalah siswi dari sekolah boarding Muhammadiyah.
Baca Juga: Lima Pelajar Hilang Terseret Arus Sungai Lusi Blora, Tiga Berhasil Diselamatkan, Begini Kronologinya
Saat kejadian, para siswa sedang berkunjung ke rumah ustaz mereka yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Mereka memang sering datang ke tempat ustaznya. Kadang juga mengadakan kegiatan seperti perkemahan,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa diketahui berjalan ke area sungai dan bermain di sekitar aliran air.
Hingga kini, lima pelajar masih belum ditemukan.
“Belum tahu apakah terpeleset atau sebab lain. Yang tiga selamat kondisinya masih syok dan belum dapat dimintai keterangan,” lanjutnya.
Baca Juga: Delapan Siswa Hanyut di Sungai Lusi, Tiga Selamat, Lima Masih Pencarian
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan anak-anak bermain di sungai atau embung, terlebih di musim hujan karena arus sungai meningkat dan kondisi tepian licin.
Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan, delapan pelajar dari MBS Al Ma’un tersebut masuk ke sungai karena hendak mencari kerang.
Keterangan ini disampaikan oleh Ardina Kiki Sulistyawati, siswi kelas 10 yang berada bersama rombongan.
Sebelumnya diberitakan, delapan pelajar itu hanyut sekitar pukul 06.00 WIB.
Tiga siswa atas nama Aqila, Raisa, dan Fatma dapat diselamatkan, sedangkan lima lainnya—Rita, Cika, Yaya, Sifa, dan Sulis—masih hilang.
Tim gabungan mengerahkan empat perahu karet untuk memperluas penyisiran. Namun hingga pukul 11.35 WIB, belum ada tanda-tanda keberadaan kelima korban.
Ardina menuturkan bahwa pagi itu mereka tengah menjalani kegiatan classmeeting, sehingga tidak ada pembelajaran di kelas.
Mereka kemudian bermain ke rumah ustaz sebelum menuju tepian sungai.
Baca Juga: Membanggakan! Kabupaten Blora Raih Hattrick IGA Kabupaten Terinovatif
“Awalnya cuma mau lihat arus sungai,” ujarnya.
Namun sesampainya di bantaran, delapan siswa turun ke air karena ingin mencari kerang.
“Padahal sudah dibilang jangan masuk. Tapi tetap turun, bilang mau cari kerang,” tuturnya.
Menurut Ardina, siswa yang masuk ke air merupakan campuran dari kelas 7 hingga 12.
“Kerang itu musiman. Tapi sekarang arusnya deras karena hujan terus. Tiba-tiba terdengar teriakan,” katanya.
Baca Juga: Dinkes Blora Catat 98 Kasus Kematian Bayi, Dipicu Ibu Tidak Layak Hamil dan Berat Bayi Lahir Rendah
Dari tiga siswa yang selamat, salah satunya bahkan tidak bisa berenang dan hanya bertahan dengan berpegangan pada sebatang bambu.
“Satu itu nggak bisa renang, dia teriak-teriak sambil pegangan bambu,” jelasnya.
Ketiga siswa yang selamat ditemukan di lokasi berbeda, masih sepanjang aliran Sungai Lusi di wilayah Kedungjenar. (tos)
Editor : Ali Mustofa