Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dinkes Blora Catat Kematian Ibu 9 Kasus dan Bayi 98 Kasus Sepanjang 2025

Arif Fakhrian Khalim • Selasa, 9 Desember 2025 | 23:25 WIB
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Diah Pusparini
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Diah Pusparini

BLORA - Dinas Kesehatan Kabupaten Blora mencatat sebanyak 9 kasus kematian ibu 98 kasus kematian bayi di Kabupaten Blora sejak Januari hingga Desember 2025.

Penyebab kematian ibu didominasi penyakit jantung, hipertensi dan diabetes sedangkan kematian bayi akibat berat bayi lahir rendah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Diah Pusparini mengatakan, angka kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Blora masih banyak.

Kematian ibu 9 kasus dan kematian bayi mencapai 98 kasus. Angka itu mengalami penurunan daripada kasus kematian ibu dan bayi pada 2024.

“Mengalami penurunan angka kematian ibu dan bayi pada 2025 ini. Tahun 2024, angka kematian ibu 13 kasus dan kematian bayi 144 kasus,” ujarnya.

Ia menyampaikan, untuk sembilan kasus kematian ibu di Blora dinilai tidak layak hamil akibat penyakit yang menyertai ibu. Meliputi hipertensi, diabetes, jantung dan hiperteroid.

“Jadi memang sebenarnya tidak layak hamil, tapi memaksakan untuk tetap hamil jadi ada kasus kematian ibu. Rata rata usia ibu juga (4T) terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran dan terlalu banyak anak,” jelasnya.

Diah menyampaikan, untuk kematian bayi itu paling banyak diakibatkan oleh berat bayi lahir rendah (BBLR) hampir 50 persen.

Bayi kecil itu penyebabnya sang ibu tidak layak hamil atau mengidap kondisi anemia, kurang gizi, dan penyakit lain.

“Upaya yang terus kami lakukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi itu mulai dari peningkatan SDM, memenuhi spesialis obgyn di setiap klinik dan puskesmas. Memenuhi sarpras di 26 puskesmas yang ada, sudah ada usg dan tidak perlu ke rumah sakit,” tuturnya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan #bayi #dinkes #blora #Kematian #ibu