BLORA – Tradisi Kirab Temu Gelang yang membawa Pusaka Keris Kiai Bisma kembali digelar pada Kamis malam, sebagai rangkaian menyambut Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora.
Dalam prosesi sakral tersebut, komunitas tosan aji bersama para kepala dinas dan camat melaksanakan tapa bisu, berjalan mengelilingi Pendapa Rumah Dinas Bupati dan Wakil Bupati Blora tanpa mengucap sepatah kata pun.
Kirab yang dilepas langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, dimulai sekitar pukul 23.30 dari Pendapa Kabupaten. Semua peserta berjalan kaki dalam suasana hening.
Baca Juga: HUT Blora ke-276, Wisata Diskon Besar! Ada yang Gratis Total Pada 11 Desember
Pada prosesi itu, Keris Kiai Bisma diserahkan bupati kepada Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo, untuk dibawa sepanjang kirab.
Rombongan juga membawa berbagai pusaka lain, mulai dari kendi tanah liat, keris, hingga tombak yang dibawa oleh komunitas tosan aji.
Setelah menerima pusaka dari bupati, rombongan pangombyong memulai rute temu gelang yang mengitari area rumah dinas bupati dan wakil bupati.
Arak-arakan bergerak keluar pendapa, berbelok ke Jalan RA Kartini, lalu ke Jalan Dr. Sutomo, dilanjutkan ke Jalan Gunung Sumbing, kemudian ke Jalan Pemuda hingga mencapai alun-alun, sebelum kembali lagi ke pendapa.
Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias mengabadikan momen tahunan tersebut dengan kamera ponsel, terutama di titik perempatan jalan.
Agus, warga yang ditemui di perempatan Jalan Dr. Sutomo dan Jalan Gunung Sumbing, tampak serius merekam barisan kirab.
Baca Juga: Festival Mewarnai Blora 2025 Selesai dengan Sukses, Semua Bahagia
“Saya tahu dari medsos kalau malam ini ada kirab. Makanya ikut nonton. Suasananya sangat hening, tidak ada yang berbicara sama sekali. Semua memakai busana adat Jawa. Rasanya seperti di Solo atau Jogja,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Blora, Iwan Setiyarso, menjelaskan bahwa kirab pusaka tahun ini juga diikuti oleh unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Blora, para kepala OPD, eselon III, camat, kepala kelurahan, serta perwakilan kepala desa dari 16 kecamatan.
Seluruh peserta putra mengenakan beskap landung tanpa keris lengkap dengan blangkon gaya Surakarta, sementara undangan putri memakai busana Samin atau kebaya.
Selain itu, hadir pula komunitas Permadani, Paguyuban Sedulur Sikep (Samin), serta penampilan seni tradisi dari LPK Merpati Blora berupa tari golek campursari—tarian klasik Jawa yang menggambarkan masa remaja putri yang beranjak dewasa. Prosesi ini juga diiringi alunan cokekan gamelan Jawa.
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan bahwa kirab pusaka merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan menjelang peringatan hari jadi kabupaten.
“Kirab pusaka dilaksanakan sepekan sebelum hari jadi. Tahun ini bertepatan dengan Kamis malam Jumat. Selain untuk melestarikan tradisi leluhur, kegiatan ini menjadi sarana bermunajat kepada Allah SWT agar Blora selalu diberi keselamatan dan keberkahan,” tuturnya. (ari)
Editor : Ali Mustofa