Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lewat Cek Kesehatan Gratis, Siswa Perokok Aktif dan Alami Gangguan Kejiwaan Ringan di Blora Terdeteksi dan Tertangani

Eko Santoso • Selasa, 18 November 2025 | 22:59 WIB
PANTAU: Bupati Blora Arief Rohman (dua dari kanan) saat menengok proses cek kesehatan gratis (CKG) di SMP N 1 Blora
PANTAU: Bupati Blora Arief Rohman (dua dari kanan) saat menengok proses cek kesehatan gratis (CKG) di SMP N 1 Blora

BLORA –  Pagi itu Selasa 22 Juli suasana di SMP N 1 Blora berbeda. Meski bukan jadwal olahraga, para siswa berangkat dengan pakaian olahraga.

Mereka akan mengikuti cek kesehatan gratis (CKG), program dari pemerintah pusat. 

Cerahnya suasana pagi itu menebar jadi semangat. Mereka tak takut diperiksa. Guru sudah memberikan pemahaman sebelumnya. 

Setelah para siswa di dalam kelas, petugas kesehatan dari Puskesmas Blora dan Dinas Kesehatan Daerah masuk.

Memberikan penjelasan, lalu menyodori siswa dengan sejumlah kertas. Berisi kuesioner. 

Kertas itu berisi beberapa pertanyaan, sebagai langkah awal diagnosa atau mendeteksi apakah siswa memiliki riwayat penyakit.

Seperti penyakit tuberkulosis, merokok, jiwa, kesehatan reproduksi, hati hingga talasemia. 

Setelah mengisi kuesioner itu, siswa kemudian diarahkan ke ruangan lain. Di situ diukur status gizi. Seperti berat badan dan tinggi badan. 

Berlanjut, diukur tekanan darah. Pengukuran Hemoglobin (Hb) dan pemeriksaan gula darah sewaktu (gds). 

Beralih ruangan lain, siswa secara berurutan giliran diperiksa mata. Pemeriksaan mata dengan meminta siswa berdiri agak jauh dari board.

Sementara di board ada huruf-huruf beragam ukuran. 

Dari jarak beberapa meter itu siswa diminta menutup salah satu mata. Kemudian ditanya apakah melihat huruf dengan jelas atau tidak.

Berlanjut dengan mata sebelahnya. Kemudian para siswa juga diperiksa telinganya.

Pasca serangkaian pemeriksaan tersebut, para siswa diajak senam di halaman.

Ini untuk pengukuran kebugaran jasmani. Setelah senam kemudian siswa diminta berlari. 

Terakhir dokter melakukan pencatatan dari berbagai hasil pemeriksaan, lantas membuat rujukan sesuai kondisi masing-masing siswa. 

CKG di SMP N 1 Blora ini menjadi yang pertama. Sebelum menyasar sekolah-sekolah lain. 

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Edi Widayat menyebut CKG sebenarnya ditujukan kepada seluruh masyarakat Blora.

Sasarannya 925.434 warga. Dengan penekanan khusus pada 95.620 pelajar. Mulai SD, SMP, SMA sederajat.

“Sasarannya adalah semua pelajar sekolah di Kabupaten Blora, mulai usia 7 tahun hingga 17 tahun. Tenaga kesehatannya dari Puskesmas terdekat masing-masing, sudah kami jadwalkan semua,” ucapnya. 

Dari hasil pemeriksaan ada temuan yang menurutnya mengejutkan dan mendapatkan perhatian lebih. 

Sampai September, dari total 139.278 pelajar di berbagai sekolah yang mengikuti pemeriksaan ditemukan 2.403 anak sekolah di Blora berstatus perokok aktif.

Rinciannya ialah, 229 siswa SD, 1.319 siswa SMP, dan 855 siswa SMA.  

"Kami terkejut dan tak sesuai prediksi. Anak-anak SD dan SMP itu jadi perokok aktif," ujarnya.

Hal ini menjadi catatan bagi Dinkesda. Kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyuluhan spesifik pada pelajar yang merokok. 

"Kami juga berikan penyuluhan bahaya-bahaya merokok pada anak-anak. Tentang bahaya merokok dimulai dari usia muda. Terus kandungan-kandungan rokok. Terus himbuan-himbuan pada mereka," terangnya.

Selain merokok temuan lain yang juga jadi perhatian adalah tingginya data anak-anak sekolah yang alami gangguan kejiwaan ringan, berupa kecemasan. Jumlahnya di atas 500.

"Hasil CKG itu sekitar 500 lebih anak menderita gangguan kejiwaan ringan, terutama kecemasan," paparnya. 

Namun belum diketahui pasti faktor-faktor penyebab. Sebab sejauh ini masih sebatas mendiagnosa. 

Namun dia memprediksi tingginya siswa yang alami gangguan kejiwaan ringan itu bisa dipengaruhi banyak hal.

Dari kurangnya sosialisasi, tren dunia digital, hingga beban pelajaran. 

"Terus kami tindaklanjuti dengan pendekatan orang tua dan guru untuk mendekati mereka," tuturnya. 

Andai orang tua dan guru tidak mampu mengatasi ia meminta agar menghubungi pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan. Agar instansi terkait bisa melakukan intervensi. 

"Untuk mengurangi gangguan itu, juga tindaklanjut pengobatan," imbuhnya. 

Edi akui pihaknya terus mencoba mengintervensi terkait temuan tersebut. Ia khawatir hal itu akan berdampak secara jangka panjang. 

"Kami coba terus intervensi lewat sekolah dan keluarga. Intervensi bukan berarti hanya pengobatan ya. Intervensi untuk trik-trik untuk mengurangi kecemasan itu," ujarnya. 

Bupati Blora Arief Rohman turut menghadiri CKG di SMP N 1 Blora. Dan sekaligus secara simbolis melaunching CKG di sekolah-sekolah. 

Ia menyebut CKG merupakan program yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto untuk mengawal kesehatan anak-anak para calon penerus bangsa.

“Ini merupakan program dari Pak Presiden yang menyasar seluruh masyarakat yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah para pelajar kita. Ini sebagai bentuk upaya pencegahan dini, bahwasanya pemerintah mengantisipasi mulai dari usia pelajar ini," katanya. 

Ia tak ingin anak-anak di Blora mengidap penyakit yang serius. Sebab mereka adalah generasi penerus bangsa. 

Dirinya berpesan kepada seluruh siswa untuk senantiasa melaksanakan pola hidup sehat. Menghindari makanan atau jajanan yang tidak higienis, dan olahraga secara rutin.

Kepala SMP Negeri 1 Blora, Ainur Rofiq, mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Blora yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi launching CKG bagi pelajar. 

“Terimakasih Pak Bupati, dan jajaran Dinas Kesehatan yang telah memilih SMPN 1 Blora sebagai lokasi launching CKG. Semoga ini bermanfaat untuk mengawal kesehatan anak-anak didik kami. Kami jajaran SMP Negeri 1 Blora siap menyukseskan PKG dari Pak Presiden,” ungkapnya.(tos)

Editor : Ali Mustofa
#perokok #siswa #blora #cek kesehatan gratis