BLORA – Gerakkan perekonomian masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora beri bantuan budidaya ayam petelur.
Hal ini merupakan bentuk bantuan ekonomi produktif.
Bantuan disalurkan Senin, 17 November di halaman kantor Baznas. Ada 86 mustahik penerima bantuan tersebut. Dengan total nilai bantuan mencapai Rp 279.242.000.
Sebelumnya, Baznas telah melakukan hal serupa. Ada 80 paket bantuan sejenis yang disalurkan. Sehingga total ada 166 warga yang mendapatkan manfaat itu.
Ketua Baznas Kabupaten Blora Sutaat menjelaskan bantuan ini menjadi satu dari lima pilar yang menjadi fokus.
Meliputi pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi dan dakwah.
"Ini untuk pilar ekonomi. Program ini ikhtiar kami meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Setiap mustahik menerima satu paket budidaya lengkap. Yang terdiri dari 1 set kandang ayam (kandang baterai).
Kemudian tempat makan dan minum ayam serta 20 ekor ayam petelur.
Baznas menerapkan sistem pendistribusian yang hati-hati. Mustahik menerima kandang terlebih dahulu untuk dirakit di rumah masing-masing.
Ayam petelur baru akan diantarkan ke rumah mustahik sehari setelah kandang dinyatakan siap.
“Kami tidak menyerahkan ayam dan kandang secara bersamaan untuk menghindari risiko kematian ayam. Jika kandang sudah siap, barulah ayam diantar,” terang Sutaat.
Guna memastikan keberhasilan program, Baznas tidak hanya memberikan bantuan fisik.
Mustahik juga mendapat pelatihan budidaya dari tim pendamping Baznas. Pelatihan mencakup cara perawatan, pemberian pakan, hingga manajemen kandang.
Tim pendamping juga melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan perkembangan ternak.
Menurut tim pendamping, sebagian ayam yang disalurkan pada tahap pertama sudah mulai memasuki masa bertelur.
“Sebagian ayam sudah mulai bertelur, meski ada yang masih dalam masa adaptasi. Normalnya ayam mulai produktif pada usia sekitar 20 minggu,” jelasnya.
Baznas Blora menyadari bahwa tidak semua mustahik cocok dengan usaha peternakan.
Oleh karena itu, mereka telah menyiapkan program ekonomi produktif lainnya yang lebih beragam.
“Tidak semua orang cocok di sektor ternak ayam. Karena itu ke depan kami juga akan menyalurkan bantuan gerobak untuk mendukung pelaku usaha kecil,” tambah Sutaat.
Sutaat berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima.
Tujuannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Harapannya, para penerima mampu mengembangkan budidaya ayam ini sehingga tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan dan menjadi orang yang berinfak," tuturnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa