Oleh: Pujiariyanto, S.Hut, M.Eng
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Blora
INFLASI adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum, terus-menerus, dan dalam jangka waktu tertentu, yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
Inllasi yang terlalu tinggi menyebabkan harga-harga barang dan jasa tidak terkendali, sehingga membuat masyarakat tidak mampu membelinya dan menyebabkan kekacauan dan kondusifitas sebuah wilayah atau negara.
Inflasi yang rendah atau bahkan deflasi akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang rendah atau bahkan menimbulkan resesi.
Untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi tumbuh dan harga barang/jasa terjangkau, maka inflasi perlu dikendalikan, tidak boleh terlalu tinggi ataupun terlalu rendah (bahkan deflasi).
Di Kabupaten Blora pada akhir tahun 2023 juga mengalani fluktuasi harga barang/jasa yang cukup tinggi, hal ini tergambar dari nilai Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang cukup tinggi, bahkan masuk di 10 besar IPH Tertinggi di Pulau jawa selama beberapa minggu.
Akibatnya Bupati Blora mendapatkan surat dari Pj. Gubernur Jawa Tengah untuk mengambil Langkah-langkah konkrit dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Blora. Pada tanggal 19 Desember 2023 Bupati Blora besama Forkopimda dan semua stakeholder terkait mengadakan rapat Ekuinda dan salah satu topik bahasannya adalah pengendalian Inflasi.
Dari forum tersebut kemudian muncul ide untuk membuat inovasi kegiatan BUMD PEDULI INFLASI PLUS (BU DESI PLUS), dimana beberapa BUMD di Kabupaten Blora dan Bulog (BUMN) melakukan intervensi pasar dengan memberikan subsidi harga pada beberapa komoditas bahan pokok penting seperti beras, telur, minyak goreng, gula, cabe merah, cabe rawit, bawang merah dan bawang putih.
Kegiatan ini dilaksanakan pada akhir Desember 2023 dengan melibatkan 4 BUMD yaitu Bank Jateng, BKK Blora, BPR Bank Blora Artha dan PT. Blora Patragas Hulu serta Bulog.
Pada Bulan Maret dan April 2024 BU DESI PLUS kembali dilaksanakan. Kali ini ada 6 BUMD yang terlibat, yaitu Bank Jateng, BKK Blora, BPR Bank Blora Artha, PT. Blora Patragas Hulu, PT. Blora Patra Energi dan Perumda PDAM serta Bulog.
Kegiatan BU DESI PLUS ini masih menggunakan pola subsidi harga pada komoditas Bahan Pokok Penting (Bapokting) yang biasa mengalami fluktuasi harga.
Dengan kegiatan BU DESI PLUS ini, Kabupaten Blora mampu mengendalikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) selama bulan April s/d Desember 2025.
Keunggulan dari Inovasi BU DESI PLUS antara lain:
Jangka pelaksanakan yang lama (paling sedikit 2 minggu) sehingga bisa mencegah spekulan bermain harga dan menumpuk barang.
Dilaksanakan di 16 Kecamatan di Kabupaten Blora, sehingga semua masyarakat bisa ikut menikmati.
Dilaksanakan di dekat pasar sehingga para pedagang tidak berani berspekulasi menaikkan harga.
Menjual komoditas Bahan Pokok Penting (Bapokting) di bawah harga pasaran sehingga banyak masyarakat yang berbondong-bondong membelinya, Komoditas yang dijual
Sebagian besar merupakan produk yang dihasilkan oleh petani Blora, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup petani Blora.
Melibatkan banyak stakeholder, selain dari BUMD dan BUMN, BU DESI PLUS juga berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Gabungan Kelompok Tani, Kepolisian, Tentara dan unsur masyarakat lainnya. (*)
Editor : Ali Mustofa