Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral Dapur SPPG Sidomulyo Disorot Tidak Higienis dan Sanitasi Kurang Layak, Sudah Ditindaklanjuti Korwil SPPG Blora

Arif Fakhrian Khalim • Jumat, 10 Oktober 2025 | 01:36 WIB
BEREDAR VIDEO: Peralatan dapur di SPPG Sidomulyo, Banjarejo yang berserakan di tanah dan dianggap tidak higienis
BEREDAR VIDEO: Peralatan dapur di SPPG Sidomulyo, Banjarejo yang berserakan di tanah dan dianggap tidak higienis

BLORA - Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Blora Artika Diannita membenarkan beredarnya video yang menunjukkan kondisi dapur yang belum memenuhi standar kelayakan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan, dapur tersebut kurang memenuhi standar sanitasi, kebersihan dan tata kelola alat-alat dapur.

“Dari saya sendiri selaku korwil sudah menindaklanjuti dan mendatangi dapur tersebut dan
memang benar keadaan dapur seperti itu kondisinya. Kami sudah mengarahkan kepada mitra
untuk melengkapi dan memberikan tenggat waktu untuk perbaikan,” ujarnya.

Artika menyampaikan, permasalahan dapur SPPG Sidomulyo Kecamatan Banjarejo itu dari segi
sanitasi, kapasitas penampungan kecil, dan penempatan alat-alat dapur yang perlu ditata.

“Kondisi dapur yang tidak tertata ini dapat berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan
bau tidak sedap, karena limbah cair bercampur dengan tumpukan sampah. Tempat sampah juga
berada di belakang, berdekatan dengan saluran limbah. Pengambilan sampah tidak dilakukan
setiap hari sehingga menumpuk. Ini jelas tidak sesuai prinsip dapur sehat,"ujarnya.

Ia juga menyoroti pelanggaran dalam sistem penyimpanan bahan makanan. Bahan kering
disimpan langsung di lantai tanpa meja palet, sementara bahan basah dan beku di freezer tidak
dikelola dengan baik.

"Ada bahan yang seharusnya dibuang, tetapi masih tersimpan. Bahkan suhu freezer belum sesuai
standar,"ungkapnya.

Kelemahan lain ada pada tata ruang. Jalur keluar-masuk bahan mentah dan makanan matang
belum dipisahkan.

"Idealnya dua jalur berbeda agar tidak terjadi kontaminasi. Namun di dapur ini masih
menggunakan satu pintu,"jelasnya.

Selain aspek fisik, Artika juga menerima keluhan dari penerima manfaat terkait menu makanan
yang monoton dan kurang bergizi.

"Menunya itu-itu saja, kadang rasanya juga kurang enak,"tuturnya. (ari)

Editor : Mahendra Aditya
#Mbg #Dapur #Dapur MBG 2025 #blora #Makan Bergizi Gratis