BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menargetkan perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak akan segera terealisasi pada tahun 2025.
Untuk mendukung program tersebut, telah disiapkan anggaran sekitar Rp 430 miliar yang bersumber dari berbagai alokasi dana, termasuk APBN, APBD Provinsi, Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), hingga pinjaman daerah.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan bahwa anggaran pembangunan infrastruktur tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Blora.
“Alhamdulillah tahun ini kita mencatat rekor, total anggaran pembangunan infrastruktur jalan hampir Rp 430 miliar," ujarnya.
"Dana tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk bantuan keuangan Inpres jalan daerah dan pinjaman daerah yang sudah mendapat izin Kementerian Keuangan,” jelasnya.
Saat ini, setidaknya 103 ruas jalan sedang dalam proses pembangunan.
Dari total anggaran tersebut, Blora juga mendapatkan alokasi Inpres jalan daerah terbesar di Jawa Tengah, yakni sekitar Rp 97 miliar.
Sejumlah ruas strategis diprioritaskan untuk diselesaikan.
Seperti Jalan Jepon–Bogorejo hingga perbatasan Tuban, Jalan Tunjungan–Nglangitan–Keser, Jalan Japah–Tunjungan, serta Jalan Cabak–Bleboh.
Arief berharap, ke depan jalur lain seperti Doplang–Bangkleyan dan Kunduran–Doplang juga dapat tertangani.
Baca Juga: Komisi D Panggil Koordinator SPPG Blora, Akibat Banyak Aduan Masyarakat
“Untuk ruas yang belum sempat dibangun, akan kita kerjakan secara bertahap. Begitu juga dengan infrastruktur lain seperti gedung sekolah dan fasilitas pendidikan akan terus kita dorong pembangunannya,” imbuhnya.
Selain jalan, Pemkab Blora juga menyiapkan program pembangunan infrastruktur irigasi guna mendukung ketahanan pangan.
“Komitmen kami jelas, tidak hanya jalan yang diperbaiki, tetapi juga pendidikan dan irigasi. Semuanya akan kita kawal secara bertahap agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya. (ari)
Editor : Ali Mustofa