BLORA – Sempat kritis setelah menjalani perawatan intensif selama tiga pekan di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, Abu Dhabi, 2, hembuskan nafas terakhir.
Ia menjadi satu dari lima korban meninggal akibat kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono Desa Gandu Kecamatan Bogorejo.
Dari RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, jenazah di antar ke rumah duka pada Jumat (12/09) dini hari. Dan dimakamkan pada Jumat pagi.
Meninggalnya balita tersebut menambah deret panjang korban jiwa atas tragedi kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Gandu.
Menyusul kematian sang ibu Yeti, 30 pada Jumat malam, 22 Agustus 2025.
Total kini sudah ada lima korban jiwa. Tiga lainnya yakni Tanek, 60, Sureni, 52, dan Wasini, 50.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini turut prihatin atas kematian tersebut.
Ia menyampaikan belasungkawa dengan mendatangi rumah duka pada Jumat pukul 10.00.
Sri Setyorini bertemu langsung dengan Sukrin. Yakni ayah dari balita yang meninggal tersebut. Sukrin tampak terpukul. Lantaran setelah istri, kini anaknya menemui ajal.
Tampak Wabup Sri Setyorini memberikan santunan. Hadir pula Ketua Baznas Kabupaten Blora Sutaat.
Kemudian Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora Luluk Kusuma
"Terkait korban jiwa, sekarang lima. Untuk balita ini satu keluarga. Sebelumnya ibu dan ini anak," katanya.
Menurutnya semua pihak sudah berusaha. Namun nyawa si balita tak tertolong. Sebab luka bakar yang dialami serius.
"Hari ini si anak tidak tertolong. Kita sudah berusaha," imbuhnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa