BLORA –Pertamina EP Cepu Field kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) tahun 2025.
Kali ini, program bertajuk Upaya Pelestarian Lingkungan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Rapat Rencana Kerja Program (RKP) sebagai forum rembug bersama masyarakat.
Langkah ini menjadi bentuk nyata partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, sekaligus pondasi pelaksanaan program yang berbasis kebutuhan lokal.
Mengusung pendekatan Community Driven, program ini menjadikan masyarakat sebagai penggerak utama pelestarian lingkungan.
Pendekatan ini mencerminkan model bottom-up dalam pembangunan, yang diyakini lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan.
Hayat Institute sebagai lembaga pendamping turut andil dalam memastikan keberhasilan program.
Ahmad Rouf, Ketua Hayat Institute, menekankan bahwa keberhasilan program bukan hanya soal output fisik, tetapi juga diukur dari seberapa besar keterlibatan masyarakat dan perubahan perilaku yang ditimbulkan.
“Partisipasi aktif warga dan transformasi cara pandang terhadap lingkungan menjadi tolok ukur utama keberhasilan program ini,” ujar Ahmad Rouf.
Pelaksanaan program dilakukan melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang dibentuk secara partisipatif.
KSM ini menjadi ujung tombak dalam menjalankan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, mulai dari edukasi, pengelolaan sampah, konservasi, hingga penghijauan.
"Melalui sinergi antara perusahaan, pendamping, dan masyarakat, Program Upaya Pelestarian Lingkungan ini diharapkan dapat menjadi model kolaboratif dalam membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan dan berbasis kekuatan lokal," tambahnya. (Eko Santoso)
Editor : Mahendra Aditya