BLORA - Bupati Blora Arief Rohman meninjau lokasi sumur kebakaran yang sudah padam di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi sumur dan menjadikan pembelajaran bagi Pemerintah Kabupaten Blora.
Diberitakan sebelumnya, Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Blora, Damkar, Pertamina, TNI-Polri, serta relawan memastikan kebakaran di sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora akhirnya padam pada Sabtu sekitar pukul 18:35 WIB.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Triyono mengatakan proses pemadaman berlangsung lama karena api terus menyembur akibat tekanan gas yang tinggi.
“Alhamdulillah, Sabtu (23/8) sekitar pukul 18:35 WIB api sudah berhasil dipadamkan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat,” ujarnya.
Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi dan berterima kasih kepada tim gabungan yang telah berhasil memadamkan api. Selanjutnya, untuk warga yang mengungsi itu akan segera dikembalikan ke rumah masing-masing menunggu kondisi aman.
“Akhirnya bisa padam, semoga ini yang terakhir dan menjadi pembelajaran untuk kami. Nanti akan kami kaji dan langkah selanjutnya akan diserahkan kepada Pertamina, kemudian akan dipasang cerobong,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, kondisi kadar gas sudah tidak ada, melainkan tim gabungan masih berjaga. Untuk relokasi warga yang rumahnya terdampak akan dibahas dan dihitung berapa rumah yang terkena.
“Untuk sumur yang ada di kawasan pemukiman penduduk akan kami rekomendasikan dengan Kementerian ESDM, ESDM Provinsi Jateng dan SKK Migas untuk ditutup. Jadi sumur-sumur yang diizinkan adalah sumur-sumur yang memang secara eksisting ini aman dan sesuai dengan yang ditetapkan oleh ketentuan,” ungkapnya.
Untuk warga yang masih mengungsi , Pemkab Blora sudah mendatangkan psikolog dan tim medis untuk warga yang trauma diberikan counseling. Untuk sementara, dua hari tim gabungan akan melakukan pemadaman dan kajian sumur.
“Kita dampingin terus dari tim medis kita, tim kesehatan kita untuk mendampingi para pengungsi ini. Ya diharapkan secepatnya, nanti kalau secara teknis dari Pertamina, SKK Migas sudah memberikan sinyal bahwa ini aman, nanti secara bertahap akan kita pindahkan ke rumahnya masing-masing,” tuturnya. (ari)
Editor : Zainal Abidin RK