Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Kunjung Padam, BPBD Blora Ungkap Kendala Pemadaman Sumur Minyak di Bogorejo Blora, Apa Saja?

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 18:29 WIB
UPAYA PEMADAMAN: Kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Bogorejo menjadi empat orang
UPAYA PEMADAMAN: Kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Bogorejo menjadi empat orang

BLORA – Upaya penanganan pemadaman sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, tak kunjung berhasil.

Pasalnya sudah berhari-hari api belum bisa dipadamkan. Bahkan petugas mengerahkan beberapa mobil tangki air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muria Raya.

Yang meliputi Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, dan Jepara.

”Hari ini (kemarin, Red) kami teman-teman teknisi Pertamina dan peralatan juga sudah naik semua ke titik lokasi. Ini ada 13 mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter dari BPBD se-Muria Raya,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Blora Mulyowayi.

Dia berharap, pemadaman di hari keenam itu, bisa betul- betul memadamkan api dengan tuntas.

”Insya Allah sumur minyak juga kami tutup. Kami juga masih tetap waspada. Takutnya kemungkinan nanti ada kebocoran,” ucapnya.

Dia mengaku, hingga kemarin pihaknya berusaha ekstra keras dengan tim teknisi.

Untuk teknis pemadaman, sudah disiapkan oleh Pertamina.

Ada beberapa empat mobil damkar yang turun mengambil air, agar tidak kehabisan air. Kemudian bergantian.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus, petugas pemadaman melakukan penyemprotan sejak pukul 13.50 dan dihentikan sementara pada pukul 14.38.

Dilakukan penyemprotan selama 30 menit, tapi api masih belum padam.

Komandan regu petugas kebakaran Andi Utomo mengatakan, pemadaman itu menggunakan tiga cara.

Pertama, melakukan penyemprotan menggunakan busa untuk pendinginan titik api.

Apabila kurang efektif, bisa menggunakan cara kedua, disemprot menggunakan lumpur.

”Lumpur itu gunanya mempersempit titik api. Jika masih belum efektif, teman-teman pemadam dari Pertamina akan melakukan penutupan sumur,” ucapnya.

Untuk tahap awal dilakukan pengecekan armada. Baik tangki air dan alat pe madaman berfungsi dengan bagus.

Untuk tim yang dikerahkan ada dari Pertamina Ep Cepu, PPSDM Migas, Pertamina TEJR, Damkar Blora, BPBD enam kabupaten, relawan, TNI, dan Polri.

”Total petugas yang melakukan pengamanan, pemadaman, dan petugas inti ada 102 orang. Untuk kondisi api saat ini (kemarin, Red) masih menyala, tapi tidak begitu besar. Sekitar 25 persen sisanya,” jelasnya.

Cara pemadaman ketiga, dengan menyemprotkan air selama dua jam tanpa henti.

Ini agar pusat api benar-benar padam. Target pemadaman kemarin sudah selesai.

”Kondisi api sudah turun drastis,” katanya kemarin siang.

Sementara itu, TRC BPBD Blora, Agung Triyono mengatakan, penanganan kebakaran sumur minyak di Desa Gandu mengalami kendala.

Pasalnya api terus berkobar dan pemadam kebakaran kesulitan menjinakkan api lantaran tekanan gas yang tinggi.

"Untuk hasil api belum bisa dikendalikan, karena tekanan gas di bawah sangat tinggi," ujarnya di lokasi pemadaman, Jumat (22/8).

Lanjutnya, selain kesulitan karena tekanan gas masih tinggi, kurangnya foam juga memperhambat pemadaman api.

"Masih belum berhasil, karena tekanan (gas) di bawah terlalu tinggi. Tadi foam-nya kurang, jadi sempat terhenti, makanya belum bisa dipadamkan," tutupnya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#pemadaman #mobil damkar #blora #pertamina #sumur minyak #BPBD