Angkat Waduk Tempuran Jadi Salah Satu Ikon Blora, Kenalkan Lewat Sejarah dan Budaya
Eko Santoso• Senin, 28 Juli 2025 | 01:25 WIB
KOMPAK: Para panitia dan peserta acara Festival Waduk 2025 yang dilaksanakan pada Minggu, 27 Juli 2025 di GOR Desa Tempuran, Kabupaten Blora. Mengusung tema Bersama Merawat Alam Lewat Budaya
BLORA – Lewat acara Festival Waduk 2025, berbagai pihak berupaya angkat Waduk Tempuran jadi salah satu ikon Kabupaten Blora. Lewat nilai sejarah dan budaya. Sebab Waduk tersebut memiliki nilai historis, lantaran dibangun pada masa pemerintah kolonial Belanda tahun 1916.
Pendiri Stichting Peduli Seni Indonesia yakni sebuah yayasan nirlaba berbasis di Belanda, Deby Subiyanti menyebut nilai sejarah dan budaya di Waduk Tempuran itu sangat menarik dan perlu diangkat. Ia ingin waduk tersebut digali nilai kesejarahan dan budaya sehingga menjadi ikon.
"Berangkat dari kerinduan saya untuk mengangkat waduk tempuran di skala internasional. Kemudian saya memikirkan bagaimana waduk ini jadi salah satu ikon Blora dengan nilai sejarah. Kami coba terus menggali wisata sejarah, bagaimana cerita waduk jaman Belanda dahulu," paparnya.
Ia yang kali ini pulang ke Blora mengajak beberapa komunitas seni seperti Langgeng Culture Center dan lainnya untuk membuat acara yang mengangkat waduk tersebut.
"Saya tinggal di Belanda, menikah dengan orang Belanda, punya tiga anak, nah berangkat dari kerinduan, saya ingin mengangkat Waduk Tempuran di kancah Internasional," paparnya.
Dengan mengusung tema “Bersama Merawat Alam Lewat Budaya”, festival ini menjadi ruang kolaborasi antara seni, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Rangkaian acara berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Meliputi seminar budaya, workshop tari tradisi Blora, serta pertunjukan seni dari berbagai komunitas dan sanggar lokal. Beberapa narasumber terkemuka seperti Setya Yuwana dari UNESA, Prakosa dari STKW Surabaya, dan Dalhar Muhammadun Ketua Dewan Kebudayaan Blora.
"Ini waduk buatan Belanda, dengan nilai sejarah, kita bisa menggali dan menjadikannya potensi wisata. Waduk ini juga terkenal dengan ikan bakar nila, pemberdayaan masyarakat, sehingga kita membuat acara ini untuk bisa mengenali potensi lebih, dalam segala aspek, wisata, budaya, seni, dan sejarahnya," paparnya.
Selain itu acara juga diwarnai penampilan istimewa dari grup musik Svara Nusa. Melibatkan guru seni, mahasiswa, komunitas budaya, organisasi perangkat daerah terkait dan masyarakat.
"Harapannya ini jadi program tahunan, tahun depan kita rencanakan akan lebih semarak. Selama dua hari pada Juli 2026, kita akan buat promo lebih lama, buat konten-konten tentang waduk," tambahnya.
Pihaknya juga akan melibatkan UMKM lokal, yang nanti akan dikurasi sehingga dapat di bawa ke Belanda lewat expo dan pasar malam.
"Blora kota kecil, punya potensi besar. Generasi muda dari Blora harus punya mimpi. Jangan takut mimpi, karena itu gratis," bebernya. (tos)