BLORA – Diviralkan beberapa akun medsos, dianggap tenaga kesehatan kosong dan tak layani pasien, pihak RSUD dr. R. Soetijono Blora Buka Suara.
Pihak RSUD dr R Soetijono mengklaim jika saat video direkam, nakes sudah pamitan. Izin shalat.
Unggahan yang mendiskreditkan pihak rumah sakit itu seperti di akun tik tok @sobatngaret.
Dalam unggahan itu ada kompilasi dua video. Memperlihatkan situasi kosong di ruang jaga dan ruang pendaftaran rawat jalan.
Video itu ditambahi tulisan "RSUD Blora kacau, dokter jaganya tidur dibangunkan marah, kacau dibayar rakyat kerja kaya tai".
Selain itu ada seseorang yang berbicara, jam lima pagi, blas gak ono dokter jagane. Turu digugah muring-muring.
Menyikapi hal itu Direktur RSUD dr R Soetijono Blora, Puji Basuki memberikan kronologi sejak pasien masuk. Menurutnya pasien masuk pada 15 Juli, pukul 2 lebih.
"Kondisi pasien penurunan kesadaran dengan tensi 70/30. Kondisi sangat lemah sekali," paparnya.
Setelah itu pasien kemudian diberi pelayanan. Seperti pemasangan infus dan pemeriksaan lain.
"Sudah diberikan obat-obatan hingga kondisi pasien membaik. Pukul 4, sudah ada peningkatan. Tensi dari 70 menjadi 90," katanya.
Meski secara tensi sudah membaik, tetapi pasien masih sesak. Sehingga kemudian dilakukan terapi uap. Agar sesak berkurang.
"Di situ terjadi perdebatan permintaan pasien. Secara medis tidak bisa kita berikan. Selain karena efek samping yang kita jaga, karena khawatir ada peningkatan denyut jantung dan lain-lain," imbuhnya.
Kemudian keluarga pasien kembali meminta hal lain. Yakni meminta pihak rumah sakit menghadirkan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG).
"Dokter inisial A memang bekerja di sini. Namun waktu itu hingga kini sedang diklat. Sehingga kami tak bisa melayani permintaan itu. Bagi kami ini bukan SpOG. Tetapi ranahnya dokter penyakit dalam," tambahnya.
Dari situlah kemudian mulai muncul ketegangan. Antara suami pasien dan pihak rumah sakit.
Meski demikian, pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan. Hingga perlahan kondisi pasien membaik.
Sehingga kemudian dokter pamit menunaikan ibadah shalat subuh.
"Nah di situ kemudian ada video kita gak ada tenaga dan lain sebagainya. Sehingga yang ada diviralkan itu gak benar. Karena kenyataannya kita sudah melakukan tindakan pelayanan terhadap pasien itu," jelasnya.
Setelah izin shalat pun, si dokter kembali lagi. Melakukan penanganan ke pasien tersebut dan pasien lain.
"Dan pada waktu itu tidak ramai banget. Terkendali. Sementara untuk pasien tersebut karena butuh pengwasan, kita awasi," paparnya.
Menurutnya video yang beredar itu tempat nurse station. Yakni ruangan untuk dokter atau perawat stand by.
"Itu dipakai manakala untuk konsultasi, dan menginput rekam medik. Kegiatan rekam medik sekarang pakai elektronik tak lagi menulis," bebernya.
Selain itu sebenarnya ada ruangan lain. Dan ada nakes di sana. Namun tidak dimunculkan dalam video itu. (tos)
Editor : Ali Mustofa