Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jembatan Temuwoh Penghubung Dua Desa di Blora Ini Ambles dan Longsor, Kendaraan Berat Diarahkan Lewat Jalan Alternatif

Redaksi Radar Kudus • Senin, 9 Juni 2025 | 16:08 WIB
RUSAK PARAH: Jembatan Temuwoh yang ada di Desa Trembulrejo mengalami longsor dan mengakibatkan kerusakan parah.
RUSAK PARAH: Jembatan Temuwoh yang ada di Desa Trembulrejo mengalami longsor dan mengakibatkan kerusakan parah.

 

BLORA – Jembatan Temuwoh penghubung Desa Trembulrejo dan Desa Randualas Kecamatan Ngawen mengalami longsor dan bibir jembatan ambles.

Akibatnya, pengendara roda dua dilarang melintas dan melewati jalur alternatif.

Bahkan harus memutar sejauh kurang lebih tiga kilometer Kepala Desa Talokwohmojo Kecamatan Ngawen Ernawan mengatakan, untuk Jembatan Temuwoh yang menghubungkan Desa Trembulrejo dan Desa Randualas itu mengalami longsor parah.

Ujung-ujung jembatan yang difungsikan sebagai peninggi sudah anjlok. Sekitar 20 cm dari permukaan.

Talud jembatan juga sudah longsor sepanjang 15 meter dan kedalaman longsor 15 meter.

“Kami dari pemerintah desa sudah mengusahakan bagaimana alangkah baiknya. Longsor jembatan ini diakibatkan curah hujan yang tinggi,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebetulnya jembatan tersebut sudah mendapat anggaran perbaikan untuk beberapa bulan terakhir.

Pihaknya dari pemdes dan kabupaten atau yang menangani kalau bisa dipercepat untuk perbaikan.

“Terkait pengalihan jalan akibat kondisi jembatan yang parah dan tidak memungkinkan untuk dilewati truk bermuatan besar atau mobil pribadi. Jalannya sudah ambles separuh. Saya meminta agar mematuhi demi keselamatan pengendara,” jelasnya.

Ernawan menyampaikan, jalan masih utuh dan hanya tersisa bibir jalan jembatan yang mengkhawatirkan.

Untuk mengantisipasi kejadian laka, warga memasang batu dan bambu sebagai penanda bahaya.

“Warga dan para remaja yang peduli itu kami kerja sama terkait antisipasi ambrol bibir jembatan,” ucapnya.

Dian Agus salah satu warga Desa Kedungsatriyan Kecamatan Ngawen merasa khawatir jika melintasi jembatan Temuwoh.

Kondisi Jembatan Temuwoh sudah longsor dan membahayakan pengguna jalan.

“Untuk kendaraan berat juga sudah tidak boleh dan dialihkan ke jalan alternatif. Kami khawatir saat pengendara lewat terjadi longsor susulan,” ucapnya.

Ia mengaku jika harus memutar melewati jalan alternatif itu lumayan jauh ditambah kondisi jalan yang tidak memadai.

Pengendara roda empat harus melewati Desa Talokwohmojo, Desa Karangtengah dan Desa Kedungsatriyan.

”Kalau muter itu bisa sejauh tiga kilometer ditambah jalan yang rusak,” katanya. (Arif Fakhrian Khalim)

Editor : Ali Mustofa
#kendaraan #jalan alternatif #ambles #blora #longsor #jembatan