BLORA – Padi gogo di Petak 40 D RPH Kedungringin, BKPH Ngliron, KPH Randublatung terancam gagal panen.
Tanaman program untuk mendukung program ketahanan pangan ini tampak menguning dan kerdil.
Penanamannya dilakukan pada 4 Februari 2025, menjadi bagian gerakan serentak bersama Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian yang menargetkan penanaman tanaman pangan 1 juta hektare di lahan hutan yang ada di Indonesia.
Bila berkaca pada waktu penanaman, harusnya ini sudah memasuki musim panen.
Namun tak ada tanda-tanda panen. Dan berpotensi gagal total. Sebab dari pantauan lapangan, padi tersebut tak tumbuh dengan baik.
Sebagian besar justru mati hingga tak bisa berbuah. Tampak kuning, memerah, dan kerdil.
Lahan seluas 2 hektare yang ditanami padi Gogo itu tampak sangat tak terawat. Ditumbuhi ilalang dan rerumputan.
Seorang petani Santo menyebut tanaman di lahan tersebut jelas gagal panen.
Terlihat jelas dari tanaman yang tak tumbuh dengan baik. Ia menyebut tanaman padi itu kekurangan air.
“Ini kan lahan hutan, kering, nanamnya juga telat, ya sudah jelas sulit tumbuh,” tuturnya.
Menurutnya menanam di lahan hutan bukan perkara mudah.
Bahkan ia mencontohkan tanaman jagung yang tak banyak butuh air belum tentu tumbuh bagus di lahan hutan. Apalagi ditanami padi.
“Petani saja banyak yang gagal panen, apalagi yang nanam bukan petani yang bukan ahlinya,” paparnya. (Eko Santoso)
Editor : Ali Mustofa