BLORA - Sapi kurban milik Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dengan berat 1,2 ton diserahkan ke Masjid Agung Baitunnur Blora.
Sedangkan sapi kurban milik Presiden Prabowo dengan berat 930 kilogram diserahkan ke masyarakat Desa Gempol, Jati.
Suyanto mengaku senang dan bersyukur, sudah dipercaya dan membeli sapi untuk korban dari Bapak Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Suatu kesenangan dan kegembiraan yang luar biasa.
“Kami berharap untuk teman-teman peternak yang lain, bisa menjadi motivasi dengan memelihara ternak nanti. Yang lainnya tahun depan bisa menyediakan untuk jabat-jabat lainnya dan bisa meniru peternak Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngamen,Blora,” harapnya.
Ia dibantu oleh Wakil Ketua DPRD Blora Chandra Lanova, beliau yang menjemput dan membantunya.
Untuk harga sapi itu privasi, dan berat sapi kemarin ditimbang 1,21 ton berjenis limosin.
“Sapi di peternakan kami ada beragam, jenis ekonomis, super dan super jumbo. Yang paling besar ini punya Mensesneg. Ini pecah rekor buat kami,” ujarnya.
Sementara itu, sapi yang dibeli Presiden Prabowo dari peternak Blora dengan berat 930 kilogram.
Hal itu disampaikan Pujiono (54) yang terpilih menjadi sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Blora.
Sapi jenis Simental Marlboro berbobot 935 kilogram itu dibeli dengan harga Rp 82 juta.
Pujiono memberi nama sapinya itu Bruno.
Pujiono mengatakan pembayaran dari pembelian sapi tersebut sudah lunas.
Pujiono juga merasa bangga setelah sapinya dipilih jadi sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.
“Bruno, sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto itu diserahkan untuk warga Desa Gempol, Kecamatan Jati,”ucapnya. (Arif Fakhrian Khalim)
Editor : Ali Mustofa