BLORA - Sekolah Rakyat untuk tahap pertama di Kabupaten Blora akan segera membuka pendaftaran.
Dimulai bulan ini, untuk jenjang SMA. Dengan dua rombongan belajar (rombel) dalam satu kelas Kabupaten Blora termasuk beruntung.
Lantaran untuk tahap pertama ini, di Jawa Tengah hanya ada dua daerah yang mendapatkan pembangunan sekolah rakyat. Yakni Magelang dan Blora.
Kepala Dinas Sosial Pember dayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi menyebut, saat ini sedang berproses pembangunan sekolah rakyat di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu.
Pembangunan itu, dengan merehab gedung eks SDN 4 Balun, Cepu. Untuk biaya rehab, Luluk tidak mengetahui.
Sebab, langsung pemerintah pusat yang mengurus.
”Saya nggak tahu. Itu urusan kementerian pusat (Kementerian Sosial). Kami (Dinsos P3A, Red) hanya memfasilitasi mencarikan tempat atau gedung untuk direhab,” paparnya.
Seiring pembangunan fisik yang berlangsung, diperkirakan pada pertengahan bulan ini, akan dimulai pendaftaran sekolah rakyat. Namun, baru untuk jenjang SMA.
”Yang akan dibuka itu, baru untuk jenjang SMA sederajat. Terdiri dari dua rombel (rombongan belajar),” jelasnya.
Adapun untuk sistemnya, sekolah rakyat tersebut, akan menggunakan boarding school. Dengan begitu, semua siswa akan diasramakan.
”Siswa tidak boleh pulang,” ujarnya.
Sementara untuk biaya kebutuhan siswa akan ditanggung semuanya oleh negara. Mulai makan, seragam, hingga buku.
”Semuanya gratis. Tanpa dipungut biaya,” terangnya.
Luluk menyebut, berdasarkan Inpres No 8 Tahun 2025 Sekolah Rakyat dibentuk dan diselenggarakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Sedangkan rekrutmen guru sekolah rakyat ditangai oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dengan penyediaan guru oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag).
”Terkait rekrutmen diatur kementrian juga. Dengar-dengar guru sekolah rakyat di utamakan yang PNS lebih dulu. Lalu PPPK yang sudah dapat penempatan. Kemudian baru PPPK Paruh Waktu,” paparnya.
Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menerima informasi lengkap dan teknis tentang rekrutmen guru untuk sekolah rakyat. (Eko Santoso)
Editor : Ali Mustofa