BLORA – Acara sedekah bumi di Desa Plantungan, Kecamatan Blora Kota digelar unik. Ini lantaran menyuguhkan pertunjukan khas Blora yakni wayang krucil.
Acara sedekah bumi dilakukan di sebuah sendang di Desa Plantungan.
Warga berbondong-bondong membawa olahan hasil bumi. Ada pisang, dumbeg, kacang tanah dan lain sebagainya.
Makanan-makanan itu ditaruh dalam satu tempat. Kemudian warga bersiap berebut.
Mereka percaya dengan membawa makanan itu akan membawa berkah. Namun mereka tak bisa langsung mengambil. Harus didahului pertunjukan wayang krucil.
Wayang krucil adalah bentuk kesenian khas Kabupaten Blora dan beberapa daerah di Jawa Timur.
Seiring ada pertunjukan wayang, kemudian diikuti dengan adanya doa. Doa dipimpin seorang sesepuh desa tersebut. Usai doa itulah kemudian warga berhamburan.
Mereka saling berebut mengambil berbagai makanan yang telah dijadikan dalam satu wadah itu.
Kepala Desa Plantungan Blora Endang Susana menyebut ini merupakan kegiatan sedekah bumi yang rutin dilakukan tiap tahun. Setiap hari Jumat Pahing pada bulan Suro.
“Biasanya Suro. Namun karena di bulan Suro nanti gak ada Jumat Pahing maka dilakukan bulan besar,” paparnya.
Menurutnya sedekah bumi di desa Plantungan wajib harus ada wayang krucil. Hal ini yang menjadikan sedekah bumi di Plantungan berbeda dari desa lain.
“Harus ada wayang krucil. Ya ini bagian usaha kami nguri-nguri budaya Jawa. Kalau gak kita siapa lagi,” tambahnya.
Sebenarnya secara umum acara sedekah bumi adalah perwujudan rasa syukur kepada sang pencipta. Atas hasil panen yang melimpah dari perut bumi.
“Ini ucapan syukur. Semoga ke depan warga plantungan, makin berlimpah rezeki, diberi kesehatan panjang umur, dan kenyamanan,” tuturnya. (Eko Santoso)
Editor : Ali Mustofa