Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Potret SDN 1 Kunden Blora, SD yang Berdiri Masa Kolonial, Pertahankan Meja, Kursi dan Bangunan Lama

Redaksi • Sabtu, 3 Mei 2025 | 00:01 WIB

 

KLASIK: Para siswa di SDN 1 Kunden Blora menempati kursi, meja dan bangunan lama yang masih lestari.
KLASIK: Para siswa di SDN 1 Kunden Blora menempati kursi, meja dan bangunan lama yang masih lestari.

 

BLORA – Hal unik terlihat di SDN 1 Kunden Blora. Lantaran meja dan kursi yang digunakan tak biasa. Itu merupakan meja dan kursi jaman dahulu. Desain masa kolonial.

Meja dan kursi di sekolah itu digabung. Dengan posisi alas meja miring. Tak lurus. Bagian tengah depan ada lubang.

Sementara kursinya memanjang. Dengan kaki-kaki yang menyambung ke meja.

Hal unik lain juga tampak pada plafon yang terbuat dari kayu lama. Kemudian jendela yang besar. Itulah ciri khas bangunan masa kolonial.

Kepala Sekolah SDN 1 Kunden Yani menyebut sekolah itu berdiri pada 1911. Semula bernama Sekolah Rakyat (SR) Darmorini.

"Sekolah ini siswanya dulu perempuan semua. Guru juga perempuan," katanya.

Dari arsip yang tersimpan masih ada buku induk sekolah tahun 1943-1953. Dalam buku itu terdapat nama-nama siswa yang semuanya perempuan.

Buku yang sudah lapuk dan termakan usia yang harus disimpan dalam plastik itu, merupakan arsip tertua. Sementara arsip yang berisi tahun pendirian sudah tak ada.

Dalan perkembangannya, sekolah itu berubah nama. Yakni pada 1968. Kejelasan terkait hal itu didukung dengan arsip yang menunjukkan bahwa sekolah dengan nama SDN 1 Kunden disahkan. Tertanggal 21 Mei 1968.

Yani menambahkan sejak berganti nama itulah perlahan sekolah mulai dibuka untuk siswa laki-laki. Termasuk gurunya. Hingga dalam perkembangannya, kini siswa terbanyak malah laki-laki.

"Sekolah ini juga bangunan cagar budaya," paparnya.

Sehingga dalam proses renovasi ada ketentuan-ketentuan tertentu. Di antaranya tidak boleh mengubah total. Sehingga bangunan-bangunan lama dipertahankan. Selama masih bisa digunakan.

"Sampai saat ini masih dipertahankan yakni ruang kelas empat, lima, kantor dan kelas 1. Kemudian masih menggunakan meja dan kursi lama.

Memang sebagian rusak, kayu lapuk, jadi diganti. Namun yang  masih layak pakai kami gunakan," tambahnya.

Menurutnya, hal itu bertujuan agar anak-anak di sekolah tersebut tahu nilai-nilai bersejarah di sekolah tersebut.

"Sekolah ini salah satu dari beberapa sekolah di Blora yang masuk Bangunan Cagar Budaya. Selain sini yakni ada SMP 1 Blora dan SD Tempelan," tuturnya. (Eko Santoso)

Editor : Mahendra Aditya
#sejarah #bangunan lama #masa kolonial #Nilai historis #SDN 1 Kunden Blora #blora #masa kolonial Belanda