Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tarif Ekspor Naik 32 Persen, Pengusaha Mebel Blora Waswas Permintaan Turun

Arif Fakhrian Khalim • Senin, 14 April 2025 | 01:38 WIB
KHAWATIR PAJAK: Pekerja industri mebel di Kecamatan Jepon tengah menyiapkan barang yang akan diangkut menuju negara tujuan.
KHAWATIR PAJAK: Pekerja industri mebel di Kecamatan Jepon tengah menyiapkan barang yang akan diangkut menuju negara tujuan.

BLORA – Pengusaha mebel di Kabupaten Blora dibuat waswas dengan adanya kebijakan tarif timbal balik dari pemerintah Amerika Serikat.

Dalam daftar yang dirilis, produk ekspor Indonesia ke AS dikenakan tarif hingga 32 persen, termasuk mebel dan kerajinan tangan.

Abdul Mujib, pengusaha dari CV Wreksa Indonesia, mengaku khawatir pembelinya dari AS akan keberatan dengan tingginya tarif pajak yang dikenakan, sehingga berdampak pada penurunan harga dari pihak produsen.

Baca Juga: Tanggungan Nakes dan Guru Belum Masuk DIPA, Pemkab Rembang Tunggu APBD Perubahan

“Kalau pembeli kami merasa terbebani dan tidak mampu membayar, dampaknya jelas ke harga jual dari kami.

Itu akan sangat berpengaruh, terutama bagi pengrajin kecil di Blora,” ungkapnya.

Ia menyebut saat ini masih menunggu kabar dari pembeli di Amerika.

Menurutnya, kondisi ini menjadi pertaruhan: antara pembeli bersedia membayar lebih, atau produsen yang harus menurunkan harga agar transaksi tetap berjalan.

Baca Juga: Peringatan Hari Kartini 2025 di Rembang Tanpa Kirab Pataka, Diwarnai Ngadi Saliro dan Ngadi Busono

“Kalau harga dari kami ditekan agar pajak mereka ringan, itu pasti berpengaruh besar.

Untuk sementara kami masih mengikuti transaksi lama, karena pengerjaannya sudah disepakati beberapa bulan sebelumnya,” jelas Mujib.

Ia menambahkan, permintaan produk kayu jati dari Blora selama ini cukup luas, menjangkau Amerika, Eropa, Afrika, hingga Australia.

Produk yang diekspor mencakup kursi, meja, furnitur, hingga kerajinan tangan.

“Kami berharap pemerintah bisa bernegosiasi dengan negara tujuan, khususnya AS, agar tarif pajak bisa turun.

Jika tidak, dampaknya akan sangat terasa bagi pelaku usaha kecil menengah di sektor ini,” pungkasnya. (ari)

Editor : Mahendra Aditya
#Minta bertemu Trump #trump bebaskan elektronik tarif china #trump hapus tarif ponsel china #efek tarif trump #Mebel Blora #pengecualian tarif laptop china trump #blora #tarif 10 persen trump ponsel laptop china #tarif ekspor #Pengusaha Mebel Blora