BLORA – Minimnya penerangan jalan di Kabupaten Blora jadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Terlebih saat ini momentum mudik jelang Lebaran.
Bupati Blora Arief Rohman saat memimpin rapat koordinasi (rakor) tentang ekonomi, keuangan, industri, dan perdagangan (ekuinda) serta kondusifitas wilayah di ruang pertemuan Setda Blora beberapa waktu lalu mengatakan, penerangan di ruas Jalan Blora-Randublatung-Ngawi minim.
Ini dapat membahayakan pengguna jalan. Terutama saat arus mudik dan balik.
Di rakor ekuinda itu, Bupati Arief berharap, seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi guna menciptakan kenyamanan bagi masyarakat selama Idul Fitri 1446 H.
Atas perhatian bupati itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Pitoyo menyampaikan, pihaknya tengah mengupayakan penerangan jalan.
”Kami akan melakukan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) serta penerangan jalan umum tenaga surya (PJU TS) di beberapa titik strategis," jelasnya.
Beberapa titik prioritas itu, seperti jalan Blora Kota, Blora-Cepu, Blora-Randublatung, Randublatung-Getas, Kedungtuban, Bogorejo, dan Jepon.
Dia menambahkan, tahun ini akan dipasang instalasi baru PJU di sejumlah titik dengan dua tahap.
Yakni pada penganggaran reguler dengan APBD dan melalui dana APBD Perubahan.
”Kami juga tengah mengupayakan pemasangan rambu-rambu lalu lintas untuk mengurangi risiko kecelakaan,” imbuhnya. (tos/lin)
Editor : Ali Mustofa