Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Laboratorium Patra Medica Blora Buka Suara Usai Dipanggil Dinkes Terkait Dugaan Hasil Lab Tidak Akurat yang Rugikan Warga

Eko Santoso • Minggu, 23 Februari 2025 | 23:25 WIB

KLARIFIKASI: Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora saat memanggil perwakilan Laboratorium Patra Medica
KLARIFIKASI: Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora saat memanggil perwakilan Laboratorium Patra Medica

BLORA – Laboratorium Patra Medica Blora akhirnya memberikan klarifikasi setelah dipanggil oleh Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora terkait dugaan hasil laboratorium yang tidak akurat.

Pihak laboratorium menegaskan bahwa semua prosedur yang dilakukan sudah sesuai dengan standar operasional (SOP) yang berlaku.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Masyarakat Blora (FKMB) menerima aduan dari sejumlah warga terkait hasil pemeriksaan laboratorium yang dianggap tidak konsisten.

Ketua FKMB, Didik, mengungkapkan bahwa salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah hasil pemeriksaan kadar kreatinin seorang pasien yang berbeda secara signifikan antara hasil dari Laboratorium Patra Medica dan Rumah Sakit Kariadi Semarang.

"Pasien ini menjalani tes laboratorium di Patra Medica dan mendapatkan hasil kadar kreatinin sebesar 2,4.

Namun, saat diperiksa di RS Kariadi Semarang, hasilnya hanya 1,8. Ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang akurasi hasil laboratorium," ujar Didik.

Merespons aduan tersebut, Dinas Kesehatan Blora segera memanggil perwakilan dari Laboratorium Patra Medica untuk melakukan klarifikasi.

Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edi Widayat, langsung menerima kedatangan pihak laboratorium di kantornya.

Penjelasan Pihak Laboratorium

Penanggung Jawab Laboratorium Patra Medica Blora, dr. Sri Irianti, Sp.PK, menjelaskan bahwa perbedaan hasil uji laboratorium bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Ia menegaskan bahwa perbedaan nilai kreatinin tidak serta-merta menunjukkan bahwa hasil di Patra Medica tidak akurat.

"Pengujian dilakukan dalam waktu yang berbeda. Pasien menjalani pemeriksaan di Patra Medica pada pagi hari dalam kondisi berpuasa, sementara di RS Kariadi dilakukan dua hari setelahnya dengan kondisi yang mungkin berbeda," jelas Sri Irianti.

Ia menambahkan bahwa di RS Kariadi, pasien mendaftar pada pukul 10.00 WIB dan sampel darah diambil sekitar pukul 10.30 WIB, dengan hasil keluar sekitar pukul 12.00 WIB.

Perbedaan waktu pengambilan sampel bisa menyebabkan variasi dalam hasil pemeriksaan.

Sementara itu, Kepala Cabang Klinik Patra Medica Blora, Nisa, menegaskan bahwa semua pemeriksaan yang dilakukan telah melalui prosedur standar.

Dalam kasus pasien yang mengajukan komplain, pihaknya bahkan melakukan pengujian ulang sebanyak tiga kali untuk memastikan keakuratan hasil.

"Kami sudah melakukan pengecekan ulang dengan dua alat yang berbeda, dan hasilnya tetap sama. Jadi, kami pastikan tidak ada kesalahan prosedur dalam pemeriksaan laboratorium ini," tegas Nisa.

Ia juga menjelaskan bahwa kadar kreatinin yang tinggi bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk riwayat penyakit pasien, kondisi tubuh saat pemeriksaan, serta apakah pasien sedang dalam kondisi puasa atau tidak.

"Kasus ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Kami selalu berupaya meningkatkan kualitas layanan agar hasil pemeriksaan semakin baik dan dapat dipercaya oleh masyarakat," pungkasnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa perbedaan hasil laboratorium bisa terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhinya.

Dinas Kesehatan juga memastikan bahwa semua laboratorium di Blora tetap menjalankan standar pemeriksaan yang ketat demi menjaga mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.(tos)

Editor : Mahendra Aditya
#Dinas Kesehatan Blora #aduan warga #Forum Komunikasi Masyarakat Blora #Laboratorium Patra Medica #blora #hasil laboratorium #Patra Medica