BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora semakin serius mengembangkan wilayahnya sebagai pusat industri baru.
Sebanyak 11 kecamatan resmi ditetapkan sebagai lokasi kawasan industri, mencakup Todanan, Kunduran, Tunjungan, Blora, Jepon, Jiken, Sambong, Cepu, Kedungtuban, Kradenan, dan Jati.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Blora, Bondan Arsiyanti, mengungkapkan bahwa minat investor untuk berinvestasi di Blora semakin tinggi.
Beberapa perusahaan bahkan sudah melirik beberapa lokasi strategis untuk mengembangkan usaha mereka.
“Tiga lokasi yang saat ini sedang menjadi incaran investor adalah Desa Sendangwates dan Gagan di Kecamatan Kunduran, serta Desa Adirejo, Tawangrejo, dan Nglangitan di Kecamatan Tunjungan,” ujarnya.
Selain itu, masih ada dua lokasi lain yang juga menjadi daya tarik bagi investor, yaitu di Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Sambong. “Di dua lokasi ini, sudah ada ketertarikan dari pabrik rokok dan perusahaan pengolahan minyak,” tambahnya.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dengan KEK
Untuk semakin meningkatkan daya tarik investasi, Pemkab Blora juga tengah mengusulkan pembentukan Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Konsep KEK dinilai lebih fleksibel karena tidak hanya berfokus pada industri manufaktur, tetapi juga bisa mencakup sektor lain yang dapat mendorong perekonomian daerah.
“Dengan adanya KEK, kita bisa mengembangkan berbagai sektor, seperti hiburan, pendidikan, dan kesehatan. Hal ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Blora,” jelas Bondan.
Pemerintah berharap, dengan adanya kawasan industri dan KEK, akan semakin banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Blora.
Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, langkah ini juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Sejalan dengan itu, Pemkab Blora juga terus berbenah dalam hal infrastruktur dan regulasi agar lebih ramah bagi investor.
Bondan menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan kemudahan dalam proses perizinan guna menarik lebih banyak investasi ke daerah ini.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa investasi yang masuk ke Blora dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semakin banyaknya industri yang masuk ke Blora, diharapkan daerah ini bisa menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Jawa Tengah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga setempat.(ari)
Editor : Mahendra Aditya