BLORA – Pengembangan Kawasan Taman Budaya Cepu (TBC) belum jelas.
Lantaran sejak selesai dibangun pada 2023 lalu, untuk 2024 dan 2025 ini, belum ada ploting anggaran di tempat itu.
Padahal kawasan TBC digadang-gadang bakal menjadi salah satu bagian pengembangan kawasan Cepu Raya yang berorientasi untuk peningkatan ekonomi.
Kabid Bangunan Gedung DPUPR Blora M. Arif Hidayat menjelaskan, penganggaran memang baru dilakukan pada 2023 lalu.
Namun kemudian tak ada tindaklanjut, sehingga terkesan mangkrak. TBC sendiri kini malah banyak ditumbuhi rumput liar. Tak hanya itu, kawasan itu sepi.
Padahal TBC yang berada di jalan bay pass Cepu itu, akan diproyeksikan sebagai magnet penarik ekonomi di kawasan Cepu.
Tak tanggung-tanggung, awalnya akan didirikan pendapa bupati, tempat ibadah, ruang pertemuan, taman, dan sarana penunjang lain di TBC.
Tak hanya itu, pembangunan kawasan TBC juga diproyeksikan meliputi, gerbang dan latar penerima, alun-alun dan latar seni dan kreasi, pendhada atau hall serbaguna, museum, padepokan budaya, fasilitas akomodasi, komplek masjid, furnitur, utilitas kawasan, serta jalan lingkungan dan parkir.
Namun hal itu urung dilakukan hingga kini. ”Tahun ini belum ada lanjutan pengembangan TBC," ungkapnya.
Sementara terkait kewenangan TBC juga belum jelas. Apakah di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atau oraganisasi perangkat daerah (OPD) lain. Untuk itu, diperlukan koordinasi lebih lanjut.
”Apa nanti masih berada di kewenangan PU (Dinas PUPR) atau ke Disporabudpar (Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata). Itu nanti masih diperlukan koordinasi lanjutan," ujar Arif.
Proyek tersebut sudah menelan anggaran senilai Rp 2,5 miliar yang bersumber dari APBD Blora pada 2023. ”Kawasan itu nantinya akan memakan luasan lahan 8,35 hektare," jelasnya.
Arif menambahkan, terkait detail engineering desing (DED) untuk masterplan kawasan TBC yang telah disusun diperkirakan akan menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah.
”Bila masterplan itu terealisasi, maka anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 113,6 miliar,"imbuhnya. (tos/lin)
Editor : Noor Syafaatul Udhma