Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Blora Digagas Jadi Kawasan Industri Berbasis Gas dan Agrobisnis, Begini Konsepnya

Eko Santoso • Senin, 25 November 2024 | 23:59 WIB
GENJOT:  Seminar Kawasan Industri Kabupaten Blora yang digelar di Gedung Bappeda Blora baru-baru ini.
GENJOT: Seminar Kawasan Industri Kabupaten Blora yang digelar di Gedung Bappeda Blora baru-baru ini.

BLORA – Gagasan menjadikan Blora sebagai kawasan industri berbasis gas mulai mengemuka.

Potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah serta lokasi strategis menjadi faktor pendorong utama.

Upaya ini diperkuat melalui seminar Kawasan Industri Kabupaten Blora yang digelar di Gedung Bappeda Blora beberapa waktu lalu, melibatkan berbagai pihak untuk mendorong investasi dan pengembangan wilayah.

Vice President PetroChina, Gusminar, menyebut Blora memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri berbasis gas.

Hal ini didukung oleh ketersediaan SDA gas yang baik di daerah tersebut.

Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sebagai faktor kunci keberhasilan.

“Yang utama adalah menyiapkan SDM. Banyak SDM asal Blora yang potensial namun berada di luar daerah. Kita perlu memberdayakan mereka agar bisa mendukung pengembangan kawasan industri,” ujarnya.

Gusminar juga berencana mengundang investor dari luar negeri, khususnya China, untuk menanamkan modal di Blora.

Ia yakin jika regulasi pemerintah mendukung, Blora dapat menjadi magnet investasi.

“Background saya sebagai pengusaha memungkinkan saya membawa pengusaha dari luar negeri ke sini. Namun, semua itu membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan investor,” tambahnya.

Selain industri gas, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Batam, Fandy Iod, melihat peluang Blora untuk berkembang menjadi kawasan agrobisnis terpadu.

Ia mengusulkan pembangunan pabrik pupuk berbasis gas sebagai bagian dari diversifikasi industri, yang akan mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut.

“Dengan adanya pabrik pupuk, siklus bisnis di Blora bisa terintegrasi dengan sektor pertanian. Ini akan menjadi ekosistem yang saling mendukung,” jelasnya.

Fandy juga menyoroti pentingnya kehadiran fasilitas pendidikan, seperti kampus khusus pertanian, untuk mendukung ekosistem agrobisnis di Blora.

“Jika ada kampus yang fokus pada pertanian, maka pengembangan agrobisnis akan semakin optimal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Blora memiliki tanah yang subur, khususnya di kawasan dengan potensi gas.

“Berdasarkan kajian, struktur tanah di Blora sangat gembur dan cocok untuk pertanian. Ini adalah keunggulan besar yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan investor untuk merealisasikan potensi Blora sebagai kawasan industri dan agrobisnis terpadu.

Dengan langkah yang terencana dan dukungan semua pihak, Blora diharapkan mampu menjadi pusat industri yang menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mendukung sektor pertanian secaraberkelanjutan. (tos/khim) 

Editor : Abdul Rokhim
#gas #Konsep #kawasan industri #blora #sda #bisnis