Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Oli Jebol, Helikopter TNI AD Mendarat Darurat di Sawah Blora, Begini Kondisi Penumpang

Arif Fakhrian Khalim • Sabtu, 2 November 2024 | 19:40 WIB

 

PENDARATAN: Helikopter jenis Mi 17 TNI AD mendarat darurat di area persawaahn Desa Kadengan, Randublatung
PENDARATAN: Helikopter jenis Mi 17 TNI AD mendarat darurat di area persawaahn Desa Kadengan, Randublatung

BLORA – Helikopter milik TNI AD melakukan pendaratan darurat di Kabupaten Blora, Sabtu (2/11) pagi.

Pesawat udara baling-baling itu mendarat di persawahan Dukuh Tindik, Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Kasi Trantib Kecamatan Randublatung Sugiyanto mengatakan, helikopter bertuliskan TNI AD itu mendarat darurat di areal persawahan warga sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat ini lokasi pendaratan darurat helikopter sudah dipasangkan garis polisi oleh pihak kepolisian.

“Banyak warga yang melihat kondisi helikopter yang membuat polisi harus membatasi areal persawahan itu,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, helikopter berpenumpang sepuluh orang itu berangkat dari Surabaya dan tujuan akhir mendarat di Semarang.

Lanjut Sugiyanto, helicopter militer itu terpaksa mendarat darurat dikarenakan ada permasalahan di bagian mesin.

“Karena mengalami trouble dengan kondisi oli bocor atau jebol,” ujarnya.

Akibat pendaratan darurat ini, masyarakat berbondong-bondong datang ke Lokasi ingin melihat lebih dekat kondisi helikopter.   

“Banyak warga yang melihat kondisi helikopter yang membuat polisi harus membatasi areal persawahan itu," ujarnya.

Meski sempat menggegerkan masyarakat setempat, Sugiyanto memastikan helikopter berwarna hijau yang khas dengan corak warna tantara dalam insiden ini tidak ada korban jiwa.

Di sekitar lokasi mendarat darurat helikopter itu kini telah dipasang pembatas garis kuning oleh puhak kepolisian. Pasalnya, helikopter itu menjadi tontonan masyarakat sekitar.

“Banyak warga yang melihat kondisi helikopter yang membuat polisi harus membatasi areal persawahan itu," ujarnya.

"Kondisi helikopter saat ini masih dalam tahap perbaikan dan informasinya masih menunggu alat dan suku cadang kiriman dari Semarang,” tuturnya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#tni ad #persawahan #pendaratan darurat #semarang #pesawat udara #blora #helikopter #suku cadang